jefri_ansa27
"Mereka tidak sekadar mencari jawaban - mereka rela kehilangan segalanya demi menemukannya." Di sebuah kampung kecil di tanah Ogan, kegelisahan tentang Tuhan berubah menjadi perjalanan yang tak bisa dihentikan. Abdul Hulik, Damseh, Idrus Alwie, dan Alisunni hanyalah orang-orang biasa, tetapi pertanyaan yang mereka bawa terlalu besar untuk diabaikan. Ketika kampung mereka mulai terbelah oleh keyakinan, bisik-bisik, tekanan, dan rasa takut, mereka justru melangkah lebih jauh - menuju kebenaran yang belum tentu menyambut mereka dengan damai. Dari pengajian malam yang penuh tanda tanya, perjalanan ke Palembang yang menegangkan, hingga luka dan penolakan yang menguji batas hati manusia, novel ini menyingkap sejarah yang tidak hanya dibangun oleh doa, tetapi juga oleh air mata. Di Batuputih, iman tidak lahir dengan mudah. Ia dipilih, dipertaruhkan, dan dibayar dengan harga yang menyakitkan. Pertanyaannya sekarang: beranikah siapa pun membaca kisah ini sampai akhir, ketika kebenaran ternyata jauh lebih mengguncang daripada yang dibayangkan? Sebuah novel sejarah yang menggali luka, iman, dan keberanian dengan intensitas yang tak mudah dilupakan.