Kedokteran Stories

Refine by tag:
kedokteran
WpAddjasa
WpAddjurnal
WpAddpdl
WpAddpdh
WpAddacls
WpAddmahasiswa
WpAdddị
WpAddskripsi
WpAddbaju
WpAddpelatihan
WpAddprodusen
WpAddgrosir
WpAddpembuatan
WpAddangkatan
WpAddjakarta
WpAddterbaru
WpAddhimpunan
WpAddjual
WpAddkursus
kedokteran
WpAddjasa
WpAddjurnal
WpAddpdl
WpAddpdh
WpAddacls
WpAddmahasiswa
WpAdddị
WpAddskripsi
WpAddbaju
WpAddpelatihan
WpAddprodusen
WpAddgrosir
WpAddpembuatan
WpAddangkatan
WpAddjakarta
WpAddterbaru
WpAddhimpunan
WpAddjual
WpAddkursus

309 Stories

  • A THOUSAND LOVE: ONLY YOU by ichaontheradio
    ichaontheradio
    • WpView
      Reads 52
    • WpPart
      Parts 9
    Hannan Danisha, anak gadis yang ditinggalkan ibunya untuk selama-lamanya semasa umurnya baru berganjak 18 tahun. Disebabkan satu kejadian yang hanya diketahui oleh orang terdekat, menyebabkan Hannan tidak berminat untuk menjalinkan hubungan percintaan dengan sesiapun. Harry Adrian, penyebab Hannan trauma untuk menjalinkan hubungan bersama dengan lelaki lain. Rasa cintanya kepada Hannan masih tersisa kerana dia ketika itu difitnah dan tidak mengerti apa-apa tentang keadaan ketika itu. Perempuan ini dahulunya pernah menjadi seorang yang lemah lembut dan berhati tisu. Namun semuanya berubah 100% hanya kerana satu kejadian. Hidupnya kini sunyi tanpa sesiapa dan jauh dari keluarga. Namun hal tersebut kembali mengingatkan Hannan kerana hadirnya kembali Harry di dalam hidupnya. Setahun berada di bawah satu bumbung yang sama sangat menyesakkan, namun dia bertahan demi janjinya bersama arwah ibunya. "Kita tak mungkin Har. We are done for forever."- HANNAN DANISHA "Aku akan dapatkan kau walau apapun yang terjadi Hannan."- HARRY ADRIAN
  • Daffodil by moonlovaaaa
    moonlovaaaa
    • WpView
      Reads 32
    • WpPart
      Parts 4
    "Berarti saya yang pertama?" Yuki diam, kata-kata itu mengingatkannya dengan hal yang tidak ingin dia ingat lagi. "Iya"
  • Lara by LaraswantiRiani
    LaraswantiRiani
    • WpView
      Reads 29
    • WpPart
      Parts 1
    Lara namanya, lara hatinya. Dialah Laraswanti gadis manis 23 tahun yang saat ini sedang berusaha menyelesaiakan pendidikannya. Ayahnya bukanlah seorang yang kaya raya dan memiliki jabatan tinggi, sedang ibunya kerja rumah tangga. Lara diterima di sekolah kedokteran A di Kota B, hampir 5 tahun ia sekolah untuk mencapai cita-citanya. Saat ini Lara tengah mengikuti kepaniteraan klinik atau biasa disebut 'koas' oleh orang awam. Lara bukanlah anak pintar ataupun aktivis kampus. Dia hanyalah mahasiswi kupu-kupu alias kuliah-pulang tanpa kegiatan lainnya. Lara suka menyendiri dan menulis, ia bisa berjam-jam lamanya di depan laptop untuk menulis cerpen yang akan dia kirim ke majalah remaja, katanya lumayan bisa menambah uang jajan. Kehidupan Lara tidaklah semenyenangkan teman-temannya yang lain, ia harus sedikit berusaha untuk mendapatkan handphone baru ataupun barang yang dia inginkan. Dahulu ia bercita-cita untuk menjadi seorang dokter spesialis, namun sejak ia memasuki kehidupan perkoasan ( atau dokter muda) ia merasa "yang penting lulus, setelah itu nikah!". Kehidupan mbak dan mas koas tidaklah mudah wahai khalayak. Kehidupan koas itu berat. Ga percaya? Ikuti terus kisah si Lara
  • LawDoctor by samudrangkasa
    samudrangkasa
    • WpView
      Reads 169
    • WpPart
      Parts 9
    "A-ara, Z-zean yang kuat..a-abang akan telfon....ambulan" ucapanya terbata-bata, wajah bang Ean sudah penuh luka dari pergelangan tangannya keluar darah, baju kemejanya sudah lecet, banyak percikan darah disana. Zean mengangguk, dibawahnya Ada Ara yang terlentang "tenang Re, kamu kuat ko" Are diam matanya menagis, terasa perih di pelipis kirinya. "terimakasih ya Ra, sudah mengajariku" Ara masih diam, tapi telinganya masih berfungsi. "maaf ya Ra, jika aku nyebelin hehe" lanjut Zean mencoba tersenyum, pipinya kaku tangannya mulai lemas menyangga badan nya, tidak banyak luka di tubuh Zean, hanya saja di nadi kanan nya tertancap pecahan kaca yang menghabiskan cukup banyak darah Zean, itu sudah cukup fatal baginya. "sekali lagi maaf Ra, jika aku tidak bisa menjadi teman mu lebih lama, sakit Ra" rintahan Zean itu cukup membuat Ara bersuara. "kuat ya Ze, jangan pergi" Zean menggelengkan kepalanya "sakit Ra" tangannya bergetar tak kuat lagi menahan tubuhnya. "engga, enggaa Zeannn, bentar lagi ambulan datang" Ara menggeleng tampak cemas, air matanya sudah keluar sejak tadi. Zean tersenyum, bukan senyuman Zean yang biasanya, ini terlihat seperti rintihan "jangan menangis Ra" Air mata Ara tambah deras saat tubuh diatasnya ini mulai bergetar. "Ara" "i-iyaa Zeee" "makasih" tepat saat bibirnya mengucapkan kata terima kasih, tubuhnya ambruk, badanya mulai mendingin, nafas nya sudah hampir tidak terasa, detak jantungnya bahkan sudah melemah. "engga, enggaa Zeann, Zeee" tangisan Ara semakin menjadi, tangannya meraih tangan Zean, menggenggam nya erat "Ze bangun, aku tau kamu bercanda" tangannya terus menggerakkan tangan Zean, tapi tidak ada respon sama sekali, hasilnya nihil, Zean masih dengan keadaan yang sama. .