Kejiwaan dzieła

Uściśl przez tag:
kejiwaan
kejiwaan

5 Dzieł

  • Kriyip Harus Melek autorstwa smallest87
    smallest87
    • WpView
      Odsłon 3
    • WpPart
      Części 1
    Ribuan alasan dalam membuat seseorang itu malas. Malas bukan keinginannya. Namun karena buntu, malas adalah jalan satu-satunya. Hahahaha.
  • Aafiyah autorstwa AisyahAhmad806
    AisyahAhmad806
    • WpView
      Odsłon 66
    • WpPart
      Części 3
    Kisah waktu kecilnya tak sama dengan orang lain. Disebabkan oleh satu kejadian ngeri yang menimpa ibunya di depan mata, dunianya seakan kelam. Dia seperti tidak nampak bahagia yang mendatang untuk masa depannya. Nyawa ibunya diragut. Abahnya pula mengalami depresion yang membuatkan Aafiyah terkontang kanting sendirian. Sahabatnya Dayyan hilang tanpa khabar berita. Sikap dingin dipamerkan untuk menutup segala kesengsaraan yang dihadapi. Namun terkadang sisi lemahnya itu dapat juga dilihat meski cuba ditutupi. Dia harus kuat. Dia perlu buktikan yang dia boleh berdiri atas kaki sendiri tanpa mengharapkan bantuan sesiapa. Dia tidak perlu mengenal orang baru supaya tidak merasa sakit disaat kehilangan.
  • Mentari Rembulan Jiwa autorstwa Dsmile5
    Dsmile5
    • WpView
      Odsłon 171
    • WpPart
      Części 7
    Inilah dunia dengan panasnya Mentari dan dinginnya Jiwa dunia ini
  • The Storm autorstwa Siraichi
    Siraichi
    • WpView
      Odsłon 33
    • WpPart
      Części 1
    Written on December 21st, 2019. A story by Siraichi. No plagiarism!! Do not copy without my permission!!
  • LawDoctor autorstwa samudrangkasa
    samudrangkasa
    • WpView
      Odsłon 169
    • WpPart
      Części 9
    "A-ara, Z-zean yang kuat..a-abang akan telfon....ambulan" ucapanya terbata-bata, wajah bang Ean sudah penuh luka dari pergelangan tangannya keluar darah, baju kemejanya sudah lecet, banyak percikan darah disana. Zean mengangguk, dibawahnya Ada Ara yang terlentang "tenang Re, kamu kuat ko" Are diam matanya menagis, terasa perih di pelipis kirinya. "terimakasih ya Ra, sudah mengajariku" Ara masih diam, tapi telinganya masih berfungsi. "maaf ya Ra, jika aku nyebelin hehe" lanjut Zean mencoba tersenyum, pipinya kaku tangannya mulai lemas menyangga badan nya, tidak banyak luka di tubuh Zean, hanya saja di nadi kanan nya tertancap pecahan kaca yang menghabiskan cukup banyak darah Zean, itu sudah cukup fatal baginya. "sekali lagi maaf Ra, jika aku tidak bisa menjadi teman mu lebih lama, sakit Ra" rintahan Zean itu cukup membuat Ara bersuara. "kuat ya Ze, jangan pergi" Zean menggelengkan kepalanya "sakit Ra" tangannya bergetar tak kuat lagi menahan tubuhnya. "engga, enggaa Zeannn, bentar lagi ambulan datang" Ara menggeleng tampak cemas, air matanya sudah keluar sejak tadi. Zean tersenyum, bukan senyuman Zean yang biasanya, ini terlihat seperti rintihan "jangan menangis Ra" Air mata Ara tambah deras saat tubuh diatasnya ini mulai bergetar. "Ara" "i-iyaa Zeee" "makasih" tepat saat bibirnya mengucapkan kata terima kasih, tubuhnya ambruk, badanya mulai mendingin, nafas nya sudah hampir tidak terasa, detak jantungnya bahkan sudah melemah. "engga, enggaa Zeann, Zeee" tangisan Ara semakin menjadi, tangannya meraih tangan Zean, menggenggam nya erat "Ze bangun, aku tau kamu bercanda" tangannya terus menggerakkan tangan Zean, tapi tidak ada respon sama sekali, hasilnya nihil, Zean masih dengan keadaan yang sama. .