aksaraayu11
Bagaimana jika seseorang yang paling membuatmu bertumbuh bukanlah orang yang akan menemanimu sampai tujuan?
Aku tidak pernah menyangka kalau rasa rindu mampu membawa seseorang kembali, meskipun hanya dalam sebuah perjalanan yang tidak pernah benar-benar terjadi. Di suatu tempat yang tidak kukenal, aku menemukan diriku berada di sebuah bandara yang asing. Di antara suara langkah kaki, roda koper yang bergeser di lantai, dan pengumuman keberangkatan yang menggema dari pengeras suara, aku hanya bisa diam sambil mencoba memahami satu hal: mengapa aku berada di sana?
Aku tidak memiliki tiket dan tidak tahu tujuan penerbanganku. Namun ada satu perasaan yang terus muncul seaku sedang menunggu seseorang.
Lalu aku bertemu dengannya.Seseorang yang seharusnya menjadi orang asing, tetapi terasa begitu dekat. Dia tahu cara menenangkanku, memahami diamku, dan membuatku merasa seperti kembali menemukan rumah yang selama ini hilang.
Bersamanya, aku kembali mengingat hal-hal kecil yang pernah membuatku merasa dicintai. Tawa yang pernah memenuhi hari-hariku, nasihat yang masih teringat sampai sekarang, dan kenangan tentang seseorang yang kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang tidak pernah benar-benar terisi.Semakin lama aku berada di ruang transit itu, semakin banyak pertanyaan yang muncul.
Siapa sebenarnya dia?
Mengapa setiap kata yang ia ucapkan terasa begitu familiar?
Mengapa pertemuan singkat ini terasa seperti kesempatan terakhir yang diberikan waktu kepadaku?
Di antara keberangkatan dan kepulangan, aku akhirnya memahami Kalau tidak semua orang hadir untuk menemani kita sampai tujuan. Ada seseorang yang mungkin hanya diberikan waktu sebentar untuk kembali, bukan untuk tinggal, tapi untuk memastikan kita cukup kuat melanjutkan perjalanan Karena seseorang tidak benar-benar pergi, hanya berpindah tempat dari sisi kita, menjadi bagian dari diri kita.
Sebuah kisah tentang rindu yang belum selesai, pertemuan yang tidak terduga, dan seseorang yang pernah menjadi rumah.