Agunggemanugraha007
ARPEGGIO SEBUAH KOTA
Angin mengetuk tong-tong sampah
Nyaring kering dan dingin
Akhirnya mengantuk menumpuk
di depan-depan rumah
Lalu menyelinap ke gitar kopongku
Naik mencekik mengembik
cepat dalam cuaca terik
Turun mengalun beruntun pantun :
"Buah permata berwarna jingga
Diarak-arak bianglala senja
Jadilah anak disayang bunda
Agar tidak dicap manusia durhaka"
Dipotong administrasi menyayat hati
Luka malih rupa menjadi karmina:
Buah tomat biji mahoni
Jadi pejabat jauhi korupsi
Menuntun memberi kabar santun:
"Jalani hidup jangan meredup
Bila tidur bunga bertabur
Tangis manis usah meringis"
Sungguh dinamis
Singkat, padat harmonis
Jari-jariku kunikmati dalam melodi
Sehat, erat merambat memecah sepi
Ingatan kota jelita
Angin memberi motivasi
Semangatku yang hampir patah
bangkit terbit inspirasi
Arpeggio kotaku
Arpeggio lembutnya nada-nada berpadu
Setelah sia-sia, kecewa dan terluka
Kusadari di lingkar kontemplasiku
satu persatu
lipatan perjalanan kurapihkan
sambil menyanyikan lagu rindu
Nasib adalah pancaran gaib
Takdir mengalir asing dan ajaib