Ketuabem Stories

Refine by tag:
ketuabem
ketuabem

2 Stories

  • LAYERS OF TRUTH by dnrrrrss
    dnrrrrss
    • WpView
      Reads 4
    • WpPart
      Parts 2
    Karina Emilia Hartono, mahasiswi seni pindahan dari Jerman, menyimpan luka dalam dari kematian misterius ayahnya, seorang diplomat senior. Di Bandung College of Arts and Technology, ia bertemu Abimayu Dirgantara, ketua BEM yang hangat dan penuh perhatian. Bersama, mereka menyelidiki skandal kampus yang berhubungan dengan masa lalu ayah Karina, menghadapi ancaman dan tekanan dari kekuasaan tersembunyi. Di tengah badai itu, kisah cinta perlahan tumbuh, mengubah hati Karina Emilia Hartono yang selama ini beku.
  • On Bad Terms by FlorenZiliwu
    FlorenZiliwu
    • WpView
      Reads 69
    • WpPart
      Parts 25
    Almora Adhisti cuma punya satu rencana saat masuk kuliah: menjalani kehidupan kampus senormal mungkin. Rencana itu gagal bahkan sebelum kelas pertamanya dimulai. Satu gelas kopi, satu tabrakan kecil, dan satu adu mulut membuatnya berurusan dengan Aiden Mahendra-Ketua BEM yang namanya dikenal hampir seluruh kampus. Masalahnya, Almora sama sekali nggak tahu siapa Aiden saat dia dengan santainya melawan cowok itu di depan banyak orang. Dan Aiden? Dia nggak terbiasa ada orang yang berani bicara seperti itu kepadanya. Sejak hari itu, setiap pertemuan mereka selalu berakhir dengan sindiran, pertengkaran, atau salah satu dari mereka pergi lebih dulu karena terlalu kesal. Almora yakin dia membenci Aiden. Aiden juga yakin Almora adalah mahasiswa baru paling menyebalkan yang pernah dia temui. Sampai Almora mulai melihat hal-hal yang seharusnya nggak dia lihat. Tentang teman-teman Aiden. Tentang malam-malam ketika Ketua BEM itu nggak lagi terlihat seperti Ketua BEM. Dan tentang sebuah nama yang terus muncul setiap kali Aiden meninggalkan kehidupan kampusnya- ARKANA. Seharusnya Almora berhenti mencari tahu. Seharusnya Aiden menyuruhnya pergi. Tapi semakin keras mereka mencoba menjaga jarak, semakin sering mereka justru menemukan satu sama lain. Mereka memulai semuanya dengan cara yang buruk. Dengan salah paham. Dengan ego. Dengan rasa benci. Dan nggak ada satu pun dari mereka yang siap ketika rasa benci itu perlahan mulai kehilangan namanya. They were never meant to be on good terms. Maybe that's exactly where everything started.