tamjenchi
Menjadi kepala keluarga bukanlah peran yang pernah Jendral bayangkan harus ia jalani sendirian.
Di tengah dunia yang penuh tuntutan, nama besar, dan ekspektasi yang tak pernah benar-benar reda, ia membesarkan tiga anak dengan satu keyakinan-bahwa mereka berhak memilih jalan hidupnya sendiri, tanpa paksaan, tanpa bayang-bayang yang menekan.
Namun bagi mereka, menjadi anak-anak Jendral tidak pernah sesederhana itu.
Dua putra yang tumbuh dengan cara berbeda, memahami kerasnya dunia dari sudut pandang masing-masing, menyimpan caranya sendiri untuk tetap kuat. Dan satu putri yang menjadi pusat perhatian, sekaligus titik paling rapuh yang tanpa sadar mereka jaga lebih dari apa pun.
Ini adalah cerita tentang mereka berempat, bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang bagaimana mereka bertahan di tengah kehilangan dan tekanan yang tak pernah benar-benar hilang. Tentang jarak yang kadang tercipta, dan cara mereka perlahan kembali satu sama lain.
Karena pada akhirnya, di balik segala perbedaan dan luka yang tak selalu terucap, mereka tetap keluarga
yang belajar untuk tetap utuh, dengan cara mereka sendiri.