Kolonial Histoires

Affiner par mot-clé :
kolonial
WpAddbelanda
kolonial
WpAddbelanda

12 Histoires

  • Wangi Melati di Tengah Mesiu par loonarloraa
    loonarloraa
    • WpView
      LECTURES 13
    • WpPart
      Chapitres 3
    Latar belakang Tuban tahun 1897 menjadi saksi bisu benturan dua dunia yang keras, kediktatoran kolonial Belanda dan sisa-sisa harga diri ningrat tanah Jawa. Kisah ini berpusat pada Jacobus Frederick van den Berg, seorang controleur muda berusia 26 tahun yang dingin dan arogan, serta Raden Roro Ayu Saraswati, seorang putri bangsawan trah Ronggolawe yang cerdas, berpendidikan Barat, dan terkenal keras kepala menolak tunduk pada pajak kolonial. Ketika sang perwira tinggi datang membawa ancaman dan moncong pistol untuk mematahkan perlawanan di distrik kota lama, ia justru menemukan lawan tanding yang sepadan, seorang wanita berjiwa baja yang menatap matanya tanpa gentar. Pertemuan pertama yang dipenuhi percikan api kebencian, debat tajam, dan adu argumen yang memanas perlahan-lahan berubah menjadi jeratan emosi yang membingungkan. Di tengah konflik politik, intrik pajak, dan tekanan imperium, kedua musuh bebuyutan ini justru terjebak dalam pusaran rasa yang tak mereka duga. Garis tipis yang melelehkan benci menjadi cinta yang membara secara tersembunyi. -loonarloraa
  • Rewrite My Nation History[English] par Capsanz
    Capsanz
    • WpView
      LECTURES 203
    • WpPart
      Chapitres 9
    Indonesia, the largest archipelago nation in the world. It comprises over 17,000 islands, both great and small. ​Blessed with abundant natural resources, it boasts a biodiversity unmatched by most other nations. It is home to hundreds of ethnic groups, tribes, and languages, with a total population exceeding 280 million in 2025. ​Yet, behind all this, its government, history, and social reality stand in stark contrast to its natural splendor. This country is like a paradise on earth for the rich, but a living hell for the poor. Many elected leaders break their promises; the very protectors and servants of the people turn into traitor. ​It is all a tragic irony. But what would happen if a young Revolutionary from the future traveled 100 years back in time, precisely to 1925? Would he be able to transform this broken land into a developed nation?
  • Angkasa par Hakkun_Na
    Hakkun_Na
    • WpView
      LECTURES 42
    • WpPart
      Chapitres 1
    "Cintaku seluas pulau jawa, seluas pulau Sumatra, seluas pulau Kalimantan, seluas pulau Sulawesi, seluas pulau Papua, seluas Hindia Belanda, seluas Eropa, seluas bumi, seluas Angkasa" Kisah ini aku tulis, untuk mengenang perjuanganku melawan aturan Jawa untuk menyelamatkan harga diri wanitaku.
  • Yos par missrealitybites
    missrealitybites
    • WpView
      LECTURES 80
    • WpPart
      Chapitres 1
    Yosephine baru mengetahui bahwa sebenarnya ayahnya masih hidup ketika Ayu, ibunya, mengirim surat agar Hendrik Van der Wijk menjemput Yos ke kampung setelah ia terkena penyakit disentri dan tahu bahwa hidupnya tidak lama lagi. Hidup gadis tomboy remaja yang dikelilingi anak-anak kampung yang senang main perang-perangan itu seketika berubah. Ia harus belajar untuk bersikap seperti "lady", menerima dipanggil Fince, dan menghadapi anak-anak Eropa dan Indo di sekolah baru di Batavia yang memandangnya rendah karena ia berasal dari kampung. Kelompok gadis-gadis populer di sekolah ELS (European Lagere School) yang dipimpin saudara tirinya, Anneke, tambah benci kepadanya ketika murid baru yang populer, Fritz, ternyata adalah sahabat kecil Yos yang dulu pernah tinggal di kampung bersamanya. Kemudian Perang Dunia II pecah dan demi menghindari penangkapan oleh Jepang, Yos dan ayahnya kabur ke Belanda, suatu negara yang tidak pernah dikenalnya. Ia berpisah dengan Fritz. Ibu tirinya dan Anneke ditawan di kamp konsentrasi Jepang. Setelah ayahnya meninggal di Belanda, Yos yang tidak punya siapa-siapa lagi memutuskan untuk kembali ke Indonesia, hanya untuk mendapati rumah keluarganya telah dijadikan kediaman seorang perwira Jepang yang terkenal kejam namun jenius, Kitaro. Setelah berhasil memperdaya Kitaro dalam suatu taruhan, akhirnya Yos diizinkan tinggal di rumahnya kembali. Walaupun berasal dari bangsa yang bermusuhan, tanpa disadari keduanya menjadi dekat dan benih cinta pun pelan-pelan tumbuh, namun kemudian Jepang kalah perang dan harus angkat kaki dari Indonesia.
  • Nyai Joget: Penari Kraton Yang Dijual par Bosbanon
    Bosbanon
    • WpView
      LECTURES 55
    • WpPart
      Chapitres 16
    Kisah ini adalah pengembangan dari cerita rakyat lisan di Klipang, Sendangguwo, Tembalang, Kota Semarang, tentang seorang penari ronggeng yang disebut sebagai Nyai Joget atau Mbah Joget. Menurut cerita tutur lisan di sekitar tempat tersebut Nyai Joget atau Mbah Joget adalah penari ronggeng yang masih memiliki hubungan dengan keraton. Tidak dijelaskan dengan jelas keraton manakah yang dimaksud, tetapi menurut warga beliau melarikan diri dari keraton ketika terjadi suatu peperangan, namun juga tidak jelas perang manakah yang dimaksud. Sosok Mbah Joget atau Nyai Joget ini juga pernah diliput di acara misteri Dua Dunia Trans 7 pada tahun 2010an, sepaket dengan Pintu Air Klipang, dan Makam Sigar Bencah. Dan sampai sekarang masih sering dibuat konten misteri oleh konten kreator lokal di sekitar Semarang. Berdasarkan cerita tutur di atas penulis melakukan pengembangan cerita sendiri. Dengan dasar informasi Nyai Joget adalah orang keraton yang melarikan diri ketika terjadi perang. Dan penulis menempatkan kejadian pelarian Mbah Joget tersebut pada Perang Diponegoro/Perang Jawa 1825-1830, karena masa tersebut belum terlalu jauh dengan masa sekarang. Sehingga sangat mungkin untuk masih diingat ketimbang peperangan-peperangan yang terjadi di masa yang lebih lama. Pengembangan cerita ini bermula ketika pulis merasa janggal karena seorang yang berhubungan dengan keraton bisa menjadi penari ronggeng yang cenderung dipandang rendah. Sehingga penulis berkesimpulan beliau menjadi ronggeng karena sangat terpaksa. Cerita ini adalah murni pengembangan dan imajinasi penulis dengan menyertakan cerita asli yang hanya sedikit. Jika di suatu hari diketahui cerita yang dikembangkan oleh penulis ini salah maka penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya. Dan penulis sama sekali tidak memiliki niat menjelekkan pribadi yang sudah meninggal dunia. Cerita ini adalah cerita tragis yang mengambarkan nasib wanita di zaman Kolonial Belanda.
  • Dear Oma par rizkanurliy
    rizkanurliy
    • WpView
      LECTURES 344
    • WpPart
      Chapitres 1
  • Harletta par nurulkcncl
    nurulkcncl
    • WpView
      LECTURES 175
    • WpPart
      Chapitres 1
    Harletta merupakan gadis Indo-Eropa putri dari Miriam, seorang wanita pribumi dan Jenderal Albert Rutherford asal Inggris. Harletta dikenal karena paras cantik, suara merdu serta kecerdasannya. Keberadaan kolonial Inggris yang tidak bertahan lama membuat Harletta tidak pernah bertemu atau mengetahui seperti apa wajah dari sang ayah, bahkan Harletta dan ibunya hidup miskin. Harletta memiliki teman kecil Abiseka Gajendra yang ternyata adalah seorang pangeran yang memiliki kasta tinggi dan berbanding terbalik dengan Harletta.
  • Lukisan dari Batavia par matchatos
    matchatos
    • WpView
      LECTURES 75
    • WpPart
      Chapitres 6
    Museum itu sepi, hanya langkah Sekar yang bergaung di antara bayangan kaca. Di balik vitrin, sehelai kain tua menanti-warnanya pudar, motifnya asing, seperti berasal dari dunia yang tak dikenal. Saat jemarinya menyentuh serat kain itu, getaran halus menjalari kulitnya. Sejenak ia mengira hanya ilusi. Sampai udara di sekelilingnya berubah... dan kegelapan menelannya bulat-bulat.
  • Selendang Gantung dan Para Tuan Hatiku par Tyajati99
    Tyajati99
    • WpView
      LECTURES 1,678
    • WpPart
      Chapitres 2
    Tatapan mata Sekar adalah api, dan tariannya adalah mantra yang menyeret empat pria ke dalam jurang kegilaan. ​Menolak menyerah pada utang keluarga dan hinaan sebagai "perawan tua pemakai pelet", Sekar bertaruh nyawa di atas panggung peniti. Alun-Alun menjadi saksi runtuhnya kehormatan dari mimpi seorang wanita dan tumpahnya darah, ribuan khalayak memasang mata bukan untuk memahami bagaimana jiwanya bergerak, namun untuk menonton raganya yang dilecehkan secara paksa oleh anak bupati. Cinta tak sepenuhnya tentang rasa yang indah. Ada saatnya pula cinta bertukar rupa menjadi petaka. Sekar harus memilih: menyerah pada takdir yang mendikte hidupnya, atau menggunakan selendang tarinya sendiri untuk menjemput kebebasan yang abadi. ​Ini bukan cerita tentang bagaimana seorang wanita diselamatkan. Ini adalah tentang jiwa yang memilih mati daripada hidup terkekang dalam sangkar emas.
    +21 autres
  • KOLONIAL par turtlechase
    turtlechase
    • WpView
      LECTURES 17,736
    • WpPart
      Chapitres 49
    ❝Untukmu, akan ku buat Indonesia merdeka.❞ 𝐁𝐀𝐓𝐀𝐕𝐈𝐀, 𝟏𝟗𝟒𝟐. Jepang menjajah Indonesia setelah Belanda menyerah tanpa syarat. Tetapi, sebagai permintaan yang mutlak, Belanda meminta agar pemimpin pemuda Batavia untuk menikah dengan orang pilihan Belanda. 𝐇𝐀𝐒𝐀 𝐉𝐀𝐘𝐀𝐃𝐈𝐊𝐀𝐑𝐀. Pangeran tanah Jawa yang memutuskan untuk membantu Batavia yang sedang dijajah. Alhasil, ia menjadi Pilot dan tokoh politik yang sangat terkenal di sana. 𝐋𝐀𝐋𝐔, 𝐒𝐄𝐑𝐀𝐍𝐀 𝐑𝐄𝐍𝐆𝐆𝐀𝐍𝐀. Putri Keraton yang hidup sebatang kara setelah keluarganya tewas dalam penjajahan. Hal ini membuatnya harus pindah ke Batavia seorang diri. Dengan nasib yang bertolak belakang, Hasa dan Serana, mereka menjalani sebuah pernikahan. *** Author's Note, Cerita ini hanyalah sebuah FIKSI yang terinspirasi dari sejarah. Start : 27 Agustus 2023
  • SANDYAKALA [ongoing] par kodzukenara
    kodzukenara
    • WpView
      LECTURES 1,962
    • WpPart
      Chapitres 13
    "Dengar ya Tuan Belanda. Kalau mereka melihatmu membawa tas belanja seorang pribumi, mereka bakal mikir aku apa?" "Apa salahnya? Kamu kan wanitaku." ---------------- SANDYAKALA :: Batavia, 1939. Michiel Keijzer, pria Belanda yang hidup di tengah kemapanan, dan Narini Kirana, gadis pribumi yang terbiasa berjalan di batas tipis antara harapan dan keterpaksaan, dipertemukan dalam keadaan yang tak terduga. Dalam dunia yang penuh batasan, pertemuan mereka seharusnya tak lebih dari sekadar persinggahan singkat. Namun, tanpa disadari, langkah-langkah mereka mulai saling bersinggungan, membawa mereka ke arah yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Di tengah pergolakan zaman, di saat Batavia perlahan berubah wajah, mereka dihadapkan pada satu pertanyaan-pertanyaan: seberapa jauh seseorang bisa melawan takdir yang telah dituliskan untuknya? Bisakah kita mengambil semua kesempatan yang ada? *It's not just about their story, but also this country. Aku harap kamu menikmati sejarah di dalamnya nanti.* DISCLAIMER : • 70% Fiksi !!! • Latar waktu di ambil pada tahun 1939 (masa kolonial Hindia-Belanda di Indonesia, have fun read this history-fiction story :DD) • Jika ada kesamaan nama tokoh, latar, kejadian, tempat mohon dimaklumi. • Mohon untuk tidak menjiplak.. • Gambar yang diambil untuk background credit berasal dari pinterest/google. • Meresahkan. notes: Makasih banyak buat yang udah mau baca dan support novel ini ‹3 Contact of Writer:: @raihann4._ on Instagram Email : bilqisnasution@gmail.com Playlist Spotify buat baca novel ini >>> https://open.spotify.com/playlist/1DEUnbMwmMnH1yvwZYAyws?si=Cx6kfpqjQA6a-nZlI_Xy0Q&pi=Ow2h4OvQTlGvL
  • Asmara di bawah langit koloni par moymo_wp
    moymo_wp
    • WpView
      LECTURES 1,464
    • WpPart
      Chapitres 8
    Di tanah yang dipaksa tunduk oleh bendera asing, cinta menjadi kesalahan yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh. Cornelis van Houten, seorang prajurit Belanda, hidup di antara perintah dan nurani. Ia dilatih untuk patuh, bukan untuk merasa. Namun di sebuah pasar kecil-di antara semangkuk pecel dan debu jalan kolonial-matanya bertemu dengan Rarasati, perempuan pribumi berusia delapan belas tahun yang berdiri tegak di tengah ketidakadilan. Rarasati tidak meminta belas kasihan. Ia hanya menolak diam. Ketika tanam paksa, kerja rodi, dan hukuman dijatuhkan sebagai alat kekuasaan, kedekatan mereka menjadi bahaya. Bukan hanya bagi cinta, tetapi bagi hidup itu sendiri. Di bawah bayang-bayang penjajahan, setiap perasaan harus disembunyikan, setiap keberanian dibayar mahal. Ini bukan kisah tentang cinta yang menang. Ini kisah tentang cinta yang bertahan di tanah yang tak pernah adil pada siapa pun. Tentang pilihan- dan harga yang harus dibayar ketika seseorang memilih untuk tetap menjadi manusia.