khansacakai
Bagaimana jika satu kesalahan kecil di bandara justru membawamu ke tempat yang sama sekali tidak pernah ada dalam rencana hidupmu?
Alyssum hanya ingin pulang menemui keluarganya setelah sekian lama sibuk bekerja di luar kota. Dengan terburu-buru mengejar penerbangan, ia naik pesawat, duduk, memasang sabuk pengaman, lalu tertidur. Ia yakin semuanya baik-baik saja-sampai pesawat mendarat.
Begitu melihat papan bandara, Alyssum langsung membeku.
Kota itu bukan tujuan yang tertera di tiketnya.
Lebih parah lagi, ponselnya hampir kehabisan baterai, koper miliknya ternyata tertukar, dan ia tidak memiliki uang tunai yang cukup untuk langsung kembali. Panik, malu, sekaligus kesal, Alyssum mulai mencari jalan keluar sambil menyalahkan dirinya sendiri karena tidak memeriksa pesawat dengan benar.
Di tengah kekacauan itu, ia bertemu Kalis, seorang pria yang juga sedang berada di kota tersebut karena urusan keluarganya. Kalis awalnya menganggap Alyssum hanya penumpang ceroboh yang lucu, tetapi akhirnya ikut membantunya mencari koper, tiket pulang, dan kendaraan menuju tempat penginapan.
Perjalanan yang seharusnya singkat berubah menjadi petualangan penuh kejadian konyol. Mereka terseret ke sebuah aksi kejar-kejaran setelah koper Alyssum ternyata membawa barang milik orang lain yang sedang dicari sekelompok penjahat. Dari bersembunyi di pasar, melarikan diri menggunakan kendaraan seadanya, hingga menyelamatkan koper yang terus berpindah tangan, Alyssum dan Kalis semakin dekat.
Namun di balik semua kekacauan itu, Alyssum mulai mengetahui alasan Kalis datang ke kota tersebut: ia sedang berusaha memperbaiki hubungan dengan keluarganya yang telah lama renggang.
Klimaks terjadi ketika Alyssum dan Kalis harus mempertaruhkan keselamatan demi merebut kembali koper yang menjadi kunci masalah, sementara penerbangan pulang Alyssum tinggal beberapa jam lagi.