agstptro
Davy Jones, seorang kapten asal Skotlandia yang brilian. Ia adalah perwujudan sejati dari rasionalitas dan keteraturan manusia. Baginya, kehidupan adalah sesuatu yang harus dipetakan seperti halnya rute pelayaran jelas, terukur, dan dipandu oleh kompas kehormatan. Ia adalah pria yang napasnya diikat oleh prinsip, dan bibirnya hanya mengenal janji yang sanggup ia tepati. Namun, di balik seragamnya yang tegas dan kalkulasi pelayarannya yang tak pernah meleset, bersarang kesepian yang teramat dalam. Ada dahaga yang tak bisa dipuaskan oleh hiruk-pikuk pelabuhan atau puji-pujian dari para saudagar. Ia memuja laut melebihi daratan tempatnya dilahirkan. Ketika malam turun dan seluruh awak kapalnya terlelap, sang Kapten akan berdiri menyendiri di haluan, memainkan melodi-melodi melankolis dari alat musiknya. Nada-nada itu mengalir lambat, membelah kesunyian samudera yang kelam, menceritakan rahasia seorang pria yang terkurung oleh aturannya sendiri.Jauh di bawah lunas kapalnya, di palung-palung purba tempat cahaya tidak diizinkan masuk, bersemayam Calypso. Ia bukan sekadar dewi pagan atau putri dari para Titan; ia adalah napas dari samudera itu sendiri. Calypso adalah personifikasi mutlak dari lautan liar, tak bisa ditebak, dan tidak terikat oleh apa pun. Ia buta terhadap waktu manusia, tuli terhadap ruang, dan tak sudi tunduk pada beban moral maupun janji-janji fana. Ia adalah kebebasan dalam bentuknya yang paling murni dan paling mematikan. Di satu tarikan napas, Calypso bisa menjelma menjadi permukaan air yang tenang bagai kaca, memantulkan cahaya bintang dengan pesona yang memabukkan dan memikat hati pelaut mana pun. Namun di detik berikutnya, ia bisa meledak menjadi badai topan.