imHeyDan
- MGA BUMASA 41
- Mga Parte 10
Cerita-cerita ini bersumber dari pengalaman hidup saya sendiri, cerita keluarga, serta kisah-kisah yang tumbuh dan dipercaya di lingkungan tempat saya dibesarkan-di tanah Kalimantan.
Sebagian cerita mungkin terasa menyeramkan. Sebagian lain mungkin hanya meninggalkan rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan.
Namun sejak awal perlu saya sampaikan: ini bukan cerita rekaan, dan bukan cerita horor untuk seru-seruan.
Cerita-cerita ini dulu tidak pernah diceritakan sembarangan.
Tidak di waktu sembarangan.
Tidak dengan nada bercanda.
Orang-orang tua kami menceritakannya dengan hati-hati, karena mereka tahu: ada hal-hal yang memang nyata, dan ada akibat yang pernah benar-benar terjadi.
Di Kalimantan, ada kepercayaan yang dijaga sampai sekarang: membicarakan hal-hal tertentu-terutama di malam hari-bukan sesuatu yang dianggap ringan.
Ada keyakinan bahwa semakin sering hal-hal itu dibicarakan, semakin besar kemungkinan mereka merespons, bukan sebagai simbol, tetapi sebagai kejadian yang nyata.
Karena itu, izinkan saya menyampaikan satu permintaan sederhana, khususnya kepada pembaca yang berasal dari atau sedang berada di Kalimantan: sebaiknya kisah-kisah ini tidak dibaca di malam hari.
Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap cara cerita-cerita ini dahulu dijaga dan disampaikan.
Bila Anda memilih membaca buku ini, bacalah dengan tenang.
Bukan untuk mencari sensasi, melainkan untuk memahami mengapa tanah ini-dan apa pun yang hidup bersamanya-perlu dihormati.
Jika setelah membaca Anda merasa merinding, terdiam, atau memilih berhenti sejenak, itu wajar.
Bahkan bagi saya sendiri, beberapa cerita di kisah ini masih meninggalkan rasa yang sama sampai sekarang.
Semoga kisah-kisah ini dibaca dengan kesadaran, dan ditutup dengan pemahaman.
© 2026 @HeyDan.
Cerita ini adalah karya asli.
Dilarang keras meng-copy, repost, atau mempublikasikan ulang dalam bentuk apa pun tanpa izin.
Hargai karya penulis 🙏