Langitdidada Stories

Refine by tag:
langitdidada
langitdidada

2 Stories

  • 30 HARI MENJEMPUT LUNAS by langitdidada1608
    langitdidada1608
    • WpView
      Reads 38
    • WpPart
      Parts 11
    30 Hari Menjemput Lunas Menemani Hati yang Sedang Berjuang Melunasi Utang Utang bukan hanya tentang angka. Kadang, yang paling berat justru rasa takut ketika melihat jumlahnya, rasa malu ketika ditagih, gelisah memikirkan bagaimana membayarnya, dan perasaan seolah hidup tidak memiliki jalan keluar. Buku ini hadir bukan untuk menghakimi. Bukan pula untuk menjanjikan bahwa dalam 30 hari semua utang akan lunas. Buku ini adalah teman perjalanan. Selama 30 hari, kita akan belajar menenangkan hati, berani menghadapi kenyataan, menata keuangan, mencari jalan keluar, menjaga amanah, memperbaiki kebiasaan, memperkuat ikhtiar, dan tentu saja... tidak berhenti mengetuk pintu pertolongan Allah. Setiap hari akan ada: 🌿 Penguat hati 💡 Langkah kecil yang bisa dilakukan 🤲 Doa untuk memohon pertolongan Allah Karena terkadang kita tidak membutuhkan seseorang yang berkata, "Kamu pasti bisa." Kita hanya membutuhkan seseorang yang berkata, "Tenang... kita hadapi satu per satu. Hari ini tidak harus langsung lunas. Yang penting, hari ini kita mulai berjalan." Untuk kamu yang sedang terlilit utang... Untuk kamu yang sedang berusaha memenuhi amanah... Untuk kamu yang diam-diam menangis karena memikirkan cicilan... Dan untuk siapa pun yang sedang berjuang memperbaiki hidupnya- semoga 30 hari ini menjadi teman kecil dalam perjalananmu menuju kelapangan. Tidak apa-apa berjalan pelan. Tidak apa-apa memulai dari angka yang kecil. Yang penting, jangan berhenti berusaha. Kita jemput lunas, dengan ikhtiar, doa, kesabaran, dan tawakal kepada Allah. 🤍 - Langit Didada
  • ADA DUKA DI ULANG TAHUN NEGERI by langitdidada1608
    langitdidada1608
    • WpView
      Reads 8
    • WpPart
      Parts 1
    Merah putih berkibar. Lagu kemerdekaan terdengar. Senyum dan perayaan memenuhi banyak tempat. Namun, di timur negeri ini, ada saudara-saudara kita yang sedang berduka. Ketika sebagian dari kita menghitung usia kemerdekaan, ada mereka yang sedang menghitung kehilangan. "Ada Duka di Ulang Tahun Negeri" adalah sebuah puisi tentang Indonesia, tentang gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, tentang air mata, kehilangan, doa, dan tentang bagaimana seharusnya kita tetap saling menggenggam ketika sebagian dari saudara kita sedang terluka. Karena Indonesia bukan hanya tanah. Bukan hanya bendera. Bukan hanya nama yang tertulis di peta. Indonesia adalah manusia-manusianya. Dan ketika satu dari kita terluka, sesungguhnya Indonesia pun sedang terluka. Puisi ini kutulis sebagai doa dan bentuk kecil kepedulian untuk saudara-saudaraku di Nusa Tenggara Timur. Semoga bumi kembali tenang. Semoga setiap luka menemukan kesembuhan. Semoga setiap kehilangan diberi ketabahan. Dan semoga, di antara merah putih yang berkibar, kita tidak pernah lupa bahwa kemerdekaan juga berarti saling menjaga. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Langit Didada