teflontelor_diary
Davendra tidak pernah percaya akan cinta yang datang secara tiba-tiba.Ia terbiasa untuk menginginkan, berjuang lalu memilikinya dengan segala cara yang ia punya. Sampai dimana hadirnya seorang gadis bernama Anasera yang Tuhan pertemukan pada dirinya dalam sebuah komunitas yang membawa tawa, keributan kecil dan kehangatan yang perlahan menetap dikepalanya.
Bagi Davendra, hadirnya Anasera adalah sebuah kado ulangtahun yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan dalam hidupnya.seseorang yang dapat membuat ia rela untuk meninggalkan kebiasaan buruknya yang tidak pernah terlintas untuk ia tinggalkan.
Sayangnya Davendra terlambat menyadari akan satu hal: Anasera tidak pernah sendiri.
Ada Evander yang merupakan teman dekat Anasera. Ia tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam.Seseorang yang selalu memastikan Anasera untuk bisa tidur dengan pikiran yang tenang dan menjadi tempat berpulang paling nyaman bagi Anasera saat dunia terlalu bising.
Dalam satu bulan,perasaan itu mulai tumbuh secara perlahan-lahan dalam diri Davendra. Ia memilih untuk bungkam, menunggu waktu yang pas. Bagi dirinya, Anasera adalah kado yang terbaik yang Tuhan kirimkan dalam hidupnya dan sepertinya kehadiran gadis itu menjadi salah satu alasan untuk berubah, dan meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini sudah melekat dalam dirinya.
Namun, sepertinya Davendra tidak tahu atau bahkan tidak peduli, jika Anasera dan Evander yang merupakan teman baiknya memiliki hubungan yang terbilang lebih dari sekedar teman. Evander ini merupakan sosok yang cukup peka. Ia tahu apa yang membuat Anasera nyaman dan tidak nyaman, memastikan gadis itu baik-baik saja selama latihan dan menjadi tempat aman bagi Anasera jika sedang mempunyai pikiran kacau.
Di antara hubungan tanpa status, perasaan yang dipendam, dan perubahan yang lahir dari alasan keliru, Davendra mulai menghalalkan segala cara. Sementara Evander memilih tetap menjaga batas, Anasera justru dihadapkan pada pilihan paling sunyi: pergi.