majalahdrise
"Hidup tak membutuhkan pelarian karena sebuah perasaan tertekan dan frustasi, tapi hidup membutuhkan keberanian untuk mempertahankan kebenaran!" Ah, Mas.
Perkataanmu menggodam hatiku. Selalu. Ada binar dan harapan di matamu. Seperti biasa, jemarimu kemudian meraih tengkukku. Dan mengusap kepalaku lembut. Seolah ingin menyalurkan energimu padaku. Lalu, yang bisa ku berikan hanyalah sesungging senyum. "Gimana? Jadi pindah sekolah?" Ku gelengkan kepalaku dan tersenyum manja. Itu masa akhir 2 SMA. Setelah beberapa minggu pertemuan denganmu.