aulrantp
Lengkara Indira Maheswari, 24 tahun, adalah seorang wartawan junior di salah satu stasiun televisi swasta. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Kara selalu merasa terasing. Ia kehilangan ayahnya tepat di awal masa kuliahnya, momen yang seharusnya menjadi titik awal perjalanan dewasa. Sejak saat itu, hubungan Kara dengan keluarganya semakin renggang. Ibunya sibuk dengan dunianya sendiri, sementara kedua kakaknya telah memiliki keluarga masing-masing.
Berbekal tekad, Kara merantau ke ibu kota demi mengejar cita-citanya. Namun, kehidupannya berubah drastis saat ia dijodohkan dengan Adnan Pranadipa Widjanarko, 28 tahun. Adnan adalah seorang mantan anggota TNI yang dipaksa pensiun dini oleh ayahnya, Khalid Widjanarko, seorang pengusaha kaya raya yang mendominasi bisnis dan politik di Indonesia. Tidak hanya disuruh meninggalkan profesinya, Adnan juga dipaksa menjadi menteri sekaligus meneruskan bisnis keluarga.
Pernikahan mereka tidak lebih dari kesepakatan yang dipaksakan. Bagi Kara, hidup di bawah bayang-bayang keluarga besar Widjanarko adalah tantangan yang menyakitkan. Adnan, meskipun baik, tidak pernah menunjukkan cinta. Kesibukannya di pemerintahan dan lingkungannya yang penuh tekanan membuat Kara semakin merasa sendirian. Di sisi lain, hubungan Rania-istri kakak Adnan-dengan ibu mertuanya semakin menegaskan bahwa Kara hanyalah orang luar di rumah itu.
Kesepian yang selama ini ia kenal berubah menjadi jurang yang dalam, memenjarakannya di antara harapan dan kenyataan.
"Aku gak cukup, Mas. Uangmu, sifat baikmu... itu semua gak cukup untuk aku."
"Kalau bukan itu yang kamu mau, dari awal apa sebenarnya yang kamu harapkan dari pernikahan ini?"
"Aku gak pernah janji apa-apa, Kara. Aku cuma menjalani apa yang diminta."
Kata-kata itu menusuk Kara lebih dalam daripada yang ia bayangkan. Ia tersenyum kecil, namun dalam hatinya, ia tahu, cinta tak pernah menjadi bagian dari kehidupan pernikahan mereka.