Rudi99
Arjuna (45 tahun) adalah arsitek sukses yang memiliki segalanya, kecuali kedamaian di hati. Kesuksesan finansialnya tidak pernah bisa mengisi lubang yang ditinggalkan oleh satu nama Anjani.
Lubang itu kembali menganga saat ia menemukan setumpuk surat lama-surat yang ia tulis untuk Anjani, namun tidak pernah ia kirim. Surat-surat itu adalah bukti nyata dari sebuah kegagalan monumental: ia mencintai Anjani dengan segenap jiwa, tetapi terlalu pengecut untuk mengatakannya.
Membaca kembali kata-kata yang macet di tenggorokannya, Arjuna terlempar kembali ke masa senja di kampus, ke tahun-tahun manis yang diwarnai ketegangan romantis, dan kepergian Anjani yang tiba-tiba, tanpa pamit.
Didorong oleh rasa penyesalan yang membakar, Arjuna memulai perjalanan mendesak ke masa lalu, mencari Bima, sahabat yang menjadi orang terakhir Anjani. Ia bertekad untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang telah membekukan hatinya selama dua puluh lima tahun: Mengapa Anjani pergi?
Namun, kebenaran yang ia temukan jauh lebih menyakitkan daripada dugaan terburuknya. Anjani tidak pergi karena orang lain, melainkan karena ketidakberaniannya sendiri. Dan kesempatan untuk menebusnya sudah hilang, terenggut oleh waktu dan takdir yang sunyi.
"Untukmu, yang (tak sempat) ku miliki" adalah kisah tentang kesempatan yang hilang, pengakuan yang terlambat, dan penerimaan bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan untuk abadi, bukan di dunia nyata, melainkan di ruang sunyi sebuah penyesalan.
Sebuah pengakuan yang ditulis dua puluh lima tahun kemudian, untuk cinta yang memilih pergi agar sang pecinta bisa belajar untuk berani.