agustinejn_
"Di ruang operasi, satu milimeter adalah pemisah antara napas terakhir dan kesempatan kedua. Tapi di matamu, satu milimeter adalah jarak yang tak pernah bisa kutempuh."
Bagi Agnia Najiba Putri, jantung bukanlah sekadar organ. Jantung adalah sebuah simfoni yang harus dijaga iramanya agar tidak berhenti sebelum waktunya. Demi menyembuhkan ayahnya dan mengejar mimpi besar ke Seoul, Agnia rela melakukan apa saja-mulai dari berjualan minuman botol di selasar kampus hingga begadang di laboratorium riset yang dingin.
Namun, langkahnya terhenti di depan sebuah tembok besar bernama dr. Adrian Aruna.
Adrian adalah dokter bedah saraf kardiovaskular jenius yang dijuluki The Frozen Surgeon. Baginya, ruang operasi adalah tempat kerja mekanik, bukan panggung empati. Dia percaya bahwa keberhasilan bedah ditentukan oleh presisi alat, bukan doa atau perasaan.
Konflik pecah saat Agnia menjadi mahasiswa magang di bawah bimbingan Adrian. Agnia yang mengandalkan intuisi dan hati, harus berhadapan dengan Adrian yang hanya percaya pada data dan pisau bedah. Di antara ketegangan ruang operasi dan aroma antiseptik, Agnia menyadari satu hal yang mengerikan:
Jarak antara hidup dan mati, antara benci dan cinta, ternyata hanya sejauh satu milimeter dari aorta.
Ketika satu rahasia besar tentang masa lalu Adrian terungkap, Agnia dipaksa memilih: Tetap mempertahankan idealismenya tentang "hati", atau mengeras seperti Adrian demi memenangkan pertarungan melawan maut di atas meja operasi?
Sebuah kisah tentang ambisi, ilmu pengetahuan, dan detak yang tak pernah bohong.