Medis Stories

Refine by tag:
medis
WpAddalat
WpAddterbaik
WpAdddistributor
WpAddkabupaten
WpAddnon
WpAddpengobatan
WpAdddị
WpAddkota
WpAddrancangan
WpAddinstalasi
WpAddsampah
WpAddgás
WpAddsupplier
WpAddkantong
WpAddplastik
WpAddjakarta
WpAddjasa
WpAddmasak
WpAddharga
medis
WpAddalat
WpAddterbaik
WpAdddistributor
WpAddkabupaten
WpAddnon
WpAddpengobatan
WpAdddị
WpAddkota
WpAddrancangan
WpAddinstalasi
WpAddsampah
WpAddgás
WpAddsupplier
WpAddkantong
WpAddplastik
WpAddjakarta
WpAddjasa
WpAddmasak
WpAddharga

1K Stories

  • Gallop (White Coat & Black Barret) by kinkaaa
    kinkaaa
    • WpView
      Reads 14,828
    • WpPart
      Parts 8
    "Bekas luka di dahi kamu itu udah jelas menunjukkan sesuatu." "Yaitu?" Ia menyunggingkan bibirnya puas, kemudian mengangkat telunjuknya tepat di bekas luka yang selalu kututupi dengan poni itu. "Kamu udah kutandain dari dulu."
  • Martyapada Tiara by Fina206
    Fina206
    • WpView
      Reads 59
    • WpPart
      Parts 8
    Ini cerita mengenai persahabatan dan cinta yang mereka bangun dari nol. Kisah persahabatan orang-orang dalam proses pendewasaan kehidupan. Di bawah cahaya neon koridor rumah sakit, Tiara menyadari bahwa 'Martyapada' yang ia pelajari di bangku kuliah bukan sekadar teori abstrak. Itu adalah realitas yang pahit: sebuah dunia yang penuh dengan penyakit, kehilangan, dan keputusan-keputusan sulit. Sebagai mahasiswa keperawatan yang idealis, ia mengira takhtanya akan berdiri kokoh di atas ilmu pengetahuan dan keajaiban penyembuhan. Namun, setelah mengenakan scrubs dan melingkarkan stetoskop di lehernya, ia harus menghadapi kenyataan bahwa penderitaan manusia adalah beban yang sesungguhnya. Ini adalah kisah tentang perjalanan panjang Tiara-dari seorang mahasiswa yang bercita-cita tinggi hingga menjadi perawat tangguh di garis depan. Namun, ia tidak menempuh jalan sunyi itu sendirian. Bersama para sahabat karibnya yang juga sesama mahasiswa keperawatan, mereka membentuk sebuah ikatan tak terpisahkan. Perjalanan mereka penuh warna: dari begadang bersama demi ujian anatomi yang mustahil, saling menyemangati saat dinas malam pertama yang melelahkan di UGD, hingga berbagi tawa dan air mata di kantin rumah sakit setelah menghadapi momen-momen emosional dengan pasien. Di tengah beban 'Martyapada', persahabatan mereka menjadi pelita yang menguatkan tekad mereka untuk terus maju. Tiara dan para sahabatnya harus memilih: menyerah pada beban 'Martyapada' atau mempertahankan 'Tiara' kehormatan mereka sebagai penyembuh, menemukan kilau dedikasi dan arti sejati dari persahabatan di tengah-tengah kegelapan rumah sakit. >