Melankolis Stories

Refine by tag:
melankolis
WpAddsajak
WpAddpuisi
WpAddkata
WpAddsenja
WpAddcinta
WpAddpoetry
WpAddromance
melankolis
WpAddsajak
WpAddpuisi
WpAddkata
WpAddsenja
WpAddcinta
WpAddpoetry
WpAddromance

35 Stories

  • The Last Rainfall by iftair
    iftair
    • WpView
      Reads 66
    • WpPart
      Parts 2
    SINOPSIS: Di tahun 2231, Bumi telah berubah menjadi gurun raksasa. Hujan alami telah berhenti selama sebelas tahun, digantikan oleh Ghost Clouds-awan hantu yang hanya menawarkan harapan palsu. Manusia bertahan hidup dengan Dew Points (poin kredit air digital) di dalam kota kaca Aethelgard, sementara di luar tembok, para penyintas menggunakan The Beads (manik-manik penyerap kelembapan) untuk bertahan hidup di tengah badai kaca. Elias, seorang mantan ilmuwan Otoritas yang memikul beban rasa bersalah karena kegagalan eksperimennya yang menyebabkan kekeringan, kini hidup sebagai orang buangan. Ia menemukan data satelit tentang satu lokasi di mana hujan terakhir dan murni diprediksi akan jatuh: Lembah Barat. Dalam pelariannya, Elias bertemu Ara, seorang pelukis muda yang perlahan kehilangan penglihatannya. Obsesi Ara bukanlah air, melainkan keinginan putus asa untuk melukis warna langit yang basah untuk terakhir kalinya. Kepadanya, Elias berjanji untuk membawa hujan. Perjalanan mereka menjadi semakin rumit dengan kehadiran Julian, mantan tentara elite Otoritas yang sinis namun peduli. Julian tahu cara bertahan hidup di gurun, dan ia segera menjadi pelindung brutal yang menjembatani idealisme Elias dan intuisi Ara. Sebuah segitiga emosional pun terbentuk di antara debu dan bahaya. Mereka harus berpacu dengan waktu melawan Otoritas yang mengerahkan armada Atmospheric Harvesters untuk memanen hujan terakhir demi keuntungan komersial. "The Last Rainfall" adalah odisei puitis tentang harapan, pengorbanan, dan penebusan. Ini adalah kisah tentang tiga jiwa yang terluka, mencari satu tetes keajaiban terakhir di dunia yang kering, dan menemukan bahwa "hujan" yang mereka cari mungkin ada di dalam hubungan yang mereka bagi di sepanjang perjalanan.
  • Bulan by UmmuKhonsa8
    UmmuKhonsa8
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 2
    Aku ingin menjadi bulan Yang selalu menerangi di gelapnya malam Yang selalu menghangatkanmu di dinginnya malam Yang selalu berada disisimu saat kau kesepian Kau dan aku layaknya bulan dan bintang Yag tak dapat dipisahkan Sampai kabut malam datang Akankah aku bisa selalu berada disampingmu
  • Agave: Kelabu yang Berdebu by Ganungmy
    Ganungmy
    • WpView
      Reads 12
    • WpPart
      Parts 1
    Wajah itu tidak banyak berubah sejak terakhir kali ia melihatnya. "Bukankah dia?" Batin lelaki itu terkejut kala melihat perempuan yang akan menjadi calon istrinya. Wanita itu tertunduk, tak banyak berkata, terlihat sangat menawan bagi lelaki manapun. Baginya, perempuan itu adalah rezeki dari Tuhan yang akan sangat ia syukuri. Namun sayang, kebahagiaan itu hanya sesaat kala ia harus menelan sebuah rasa kecewa. Kenyataan yang bertepuk sebelah tangan karena wanita itu sama sekali tidak mencintainya! Melewati sebuah pernikahan dengan bersama hati yang mati rasa. Sementara bagi sang perempuan, pernikahan itu adalah sebuah hal yang sangat sulit dipahaminya. "Apakah lelaki itu adalah jawaban dari doaku selama ini?" Batin perempuan itu sembari menangis. "Namun mengapa hatiku tak kunjung berdamai?" Tanyanya pada mahluk yang bernama hati.
  • ORION (langit dan hujan) by Artalino_anantara
    Artalino_anantara
    • WpView
      Reads 39
    • WpPart
      Parts 1
    " Lo harus ikut gua !!! " Ucap nya kesal . " Lo siapa dan kenapa gua harus nurut sama lo !! " Orion tampak kesal. " Karena Lo itu milik gua !!! "
  • Dew In The City's Corner  by ruajie
    ruajie
    • WpView
      Reads 39
    • WpPart
      Parts 13
    Title: Dew in the City's Corner A Story of Love, Roots, and Returning Home In the heart of Jakarta, Aruna Lie lived a life of luxury, legacy, and silent longing. As the only heir of Lie Holdings, her future seemed prewritten-until love bloomed quietly beneath the tabebuya trees of Senopati Park. Elang, a visionary in hydrogen technology from humble beginnings, offered her not escape, but the courage to dream of a different life. But when ambition and family loyalty collided, their love was torn apart. Five years later, fate and memory bring them back together-not in the boardrooms of power, but in the soil of a liberica coffee farm named Surya Kembar, built from their shared hopes and broken pieces. Through poetic rituals, old letters, technological revolutions, and reconciliations with the past, Dew in the City's Corner traces the journey of two souls who choose love over legacy, and purpose over prestige. This is a novel of soft rebellions, quiet strength, and the beauty of things that grow slowly-lik liberica trees, like forgiveness, like love itself.
  • Bunga Rumput by sissygunawan
    sissygunawan
    • WpView
      Reads 208
    • WpPart
      Parts 3
  • Blistering at the Horizon by Naulynee
    Naulynee
    • WpView
      Reads 6
    • WpPart
      Parts 1
    Bagi Nala, matahari bukan sekadar benda langit; ia adalah satu-satunya sumber hangat di tengah hidupnya yang sedingin es. Namun, ia lupa bahwa matahari tidak pernah ditakdirkan untuk dimiliki. Ia hanya ditakdirkan untuk dipandang sebelum akhirnya menghilang. Saat cahaya mulai jatuh perlahan dan langit berubah jingga, ketakutan itu datang lagi. Nala bangkit dengan tergesa, mengabaikan lelah yang sudah sampai ke tulang. Ia berlari ke ufuk barat, berpacu dengan waktu yang tak pernah sudi membeku. Ia hanya ingin satu hal: agar kegelapan tidak menjemputnya secepat ini. Ia menjulurkan tangan, mengejar sisa-sisa kilau yang seolah bisa ia genggam kembali. Namun, semakin ia memaksa, semakin dunia menghukumnya. Harapan itu membakarnya. Tangannya melepuh, jiwanya terhempas jatuh ke tanah, sementara sang pijar tetap berlalu tanpa menoleh sedikit pun. Ini adalah cerita tentang seseorang yang tidak tahu cara berhenti, tentang seseorang yang hancur karena mencoba mendekap api yang sudah saatnya padam. Karena pada akhirnya, sekeras apa pun kita berlari, senja tetap akan terbenam. Dan kegelapan selalu punya cara untuk menemukan jalan pulang.
  • Tintaku Pudar by Syahrul-Nizam
    Syahrul-Nizam
    • WpView
      Reads 424
    • WpPart
      Parts 13
    sekumpulan kata yang terlahir tatkala wicara tak sanggup menerjemahkan rasa yang ada
  • Dear Kak Rio by Sammoxin
    Sammoxin
    • WpView
      Reads 218
    • WpPart
      Parts 5
    Ketika kehadirannya tidak diharapkan, hanya kak rio yang dia punya
  • bergurau dengan waktu. by jessarezky
    jessarezky
    • WpView
      Reads 56
    • WpPart
      Parts 1
    kumpulan sajak dan puisi yang mewakili perasaan seorang lelaki saat mendadak menjadi melankolis.
  • Senja Berlalu by rknlee
    rknlee
    • WpView
      Reads 4
    • WpPart
      Parts 1
    cerita ini adalah sekumpulan kisah yang disertakan Sajak ataupun puisi didalamnya.
  • Ruang Diksi by Biantoro_ElToro
    Biantoro_ElToro
    • WpView
      Reads 2,155
    • WpPart
      Parts 5
    Kumpulan diksi yang dirangkai dari kisah yang resah, cerita yang luput dari netra, atau perjalanan yang hanya sebatas kenangan.
  • Embun Disudut Kota by ruajie
    ruajie
    • WpView
      Reads 58
    • WpPart
      Parts 15
    šŸ‘‘ *Lima tahun ia pergi,* *meninggalkan **Aruna** di menara diam,* *Kembali kini **Elang**:* *bukan petani, tapi ilmuwan cahaya,* *pengusung janji hidrogen & rindu yang tersumpal.* ***60 hari**-detiknya berlari.* *Sebelum Munich, sebelum asap kota,* *sebelum **Lie Jun** gugurkan tabebuya.* *Di gang Glodok, di perpustakaan sunyi,* *mereka jahit kembali pecahan "maaf"-* ***seperti kintsugi: retak diikat emas rindu.*** *Akankah embun sudut kota* *bertahan di terik Jakarta?* *Atau hanya cerita sementara...* *sebelum gemuruh bisnis runtuhkan segalanya?* #EmbunDiSudutKota' ' #PuisiCinta' ' #KintsugiCinta' #RomanMelankolis' #SastraIndonesia' #RinduBerbunga' #TentangJakarta' #MenungguTakPasti' #BungaDiSelaBeton' šŸ‘‘
  • Tembok - Tembok Yang Mengingat by zenoardent
    zenoardent
    • WpView
      Reads 20
    • WpPart
      Parts 2
    Arafa pindah ke kota baru bersama keluarganya, berharap segalanya bisa dimulai dari awal. Tapi dinding rumah baru itu terlalu sunyi-dan terlalu jujur. Ia menyaksikan keluarganya retak perlahan: ayah yang hilang arah, ibu yang membeku, kakak yang mulai menjauh, dan adik yang tak mengerti apa-apa. Di balik dinding-dinding bisu itu, Arafa menulis, mencatat, mengingat. Tentang pertengkaran yang tak pernah selesai. Tentang cinta yang datang terlambat. Tentang perpisahan, yang kadang lebih jujur dari pulang. Tembok-Tembok yang Mengingat adalah kisah tentang keluarga, luka, dan keberanian untuk memilih diri sendiri-meski itu berarti meninggalkan segalanya.
  • In the Silence of Lost Wings by DustyNyawn
    DustyNyawn
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 14
    About a girl trapped in loneliness and longing for someone who once filled her life. Like a bird that has lost its wings, she tries to find back the freedom and happiness she lost. On her emotional journey, the girl learns to accept solitude and understands that true happiness does not always have to be chased, but can be created from within.
  • Hari ke-321 by haicenuy
    haicenuy
    • WpView
      Reads 39
    • WpPart
      Parts 8
    Hari ke-321 adalah kisah tentang cinta yang tak sempat selesai, tentang kehilangan yang tak pernah benar-benar pergi, dan tentang seseorang yang belajar berdamai dengan keheningan. Di tengah hari-hari yang sunyi, Lana menemukan bahwa cinta tidak selalu butuh kehadiran-kadang, cukup dengan angin yang datang diam-diam.
  • KEHAMPAAN by SaudagarLangit
    SaudagarLangit
    • WpView
      Reads 36
    • WpPart
      Parts 1
    Hidup hanya sekali. kadang kita terlalu mebutuhkan arti. Arti yang bagaimana ? siapa ? mengapa ? kenapa ? Hidup hanya sekali. Tapi terlalu banyak pertanyaan yang harus di jawab. sampai mati Hampa. adalah sebuah karya kumpulan puisi dimana kita mempertanyakan artinya keramaian. Untuk apa ?
  • Kata by DenyWicaksono
    DenyWicaksono
    • WpView
      Reads 23
    • WpPart
      Parts 8
    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. ini adalah sekumpulan kata-kata atau puisi yang bertema melankolis, fiksi, keresahan, perasaan, keseharian dll. jika ada kesamaan nama atau cerita yang tertulis di dalam karya saya Mohon Maaf yang sebesar-besarnya itu merupakan bukan dari kesengajaan dan di luar kendali saya. semoga karya saya ini bisa menghibur para pembaca sekalian. maafkan jika karya saya ini jauh dari kata sempurna maka dari itu saya butuh kritik dan saran dari pembaca sekalian. semoga kebaikan dari Allah Pemilik Semesta ini tercurahkan kepada kita semua sekian dan Terimakasih Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu šŸ™
  • Kataku Kaku by RigilKent18
    RigilKent18
    • WpView
      Reads 149
    • WpPart
      Parts 8
    Selayaknya manusia, kadang ia lupa, kadang ia bodoh, kadang ia berbohong. Selayaknya manusia, ia akan bahagia, sedih, dan tertawa. Selayaknya manusia biasa, aku menuliskan apa yang aku rasa dalam kalimat tidak baku sebagai penyambung dari kataku yang kaku.