We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Melankolis Stories

Refine by tag:
melankolis
WpAddsajak
WpAddpuisi
WpAddkata
WpAddsenja
WpAddcinta
WpAddpoetry
WpAddromance
melankolis
WpAddsajak
WpAddpuisi
WpAddkata
WpAddsenja
WpAddcinta
WpAddpoetry
WpAddromance

39 Stories

  • 「Satu Detik Sebelum Mati」 by Reinaayu
    Reinaayu
    • WpView
      Reads 6
    • WpPart
      Parts 1
    Katanya, bertemu dengan seseorang yang bisa membuat hari-hari kelam kita memudar adalah salah satu momen paling manis yang pernah terukir dalam hidup. Zhang Hao sempat memercayai hal itu. Tiap kali presensi Sung Hanbin tertangkap oleh matanya, cowok itu selalu membawa atmosfer hangat yang sanggup mengusir sepi di kepalanya. Tapi bagi Han Yujin? Kagak ada manis-manisnya sama sekali. Zonk. Bagi Yujin, binar terang yang dibawa Hanbin tidak lebih dari sebuah kepalsuan yang bikin matanya sepet. Yujin emang anti banget melihat kakaknya dekat-dekat dengan cowok sesempurna Hanbin. Dia rela pasang badan, menutup diri, dan dicap sebagai adik paling posesif sedunia demi menjadi dinding pembatas yang kejam. Namun, semesta selalu punya cara yang terlalu berisik untuk menguji ketenangan. Tepat di depan motor besarnya, Kim Gyuvin berdiri membawa sejenis kehangatan yang perlahan-lahan mulai ditakuti oleh pertahanan Yujin yang rapuh. Di antara deru mesin balap liar malam minggu yang mempertaruhkan harga dirinya, Yujin justru dihadapkan pada rahasia yang pecah dan hati yang perlahan goyah. Saat egonya berteriak keras untuk mendorong semua orang menjauh, Yujin tidak pernah tahu... bahwa terkadang, patah hati paling sunyi adalah saat kita harus tetap tersenyum di dalam kebersamaan yang tidak akan pernah bisa kita miliki sepenuhnya. "Satu detik sebelum patah... dan Yujin memilih untuk membiarkan hatinya patah dalam senyap."
  • Kidung Peziarah di Pelataran Bayang dan Cahaya by Bilinazal
    Bilinazal
    • WpView
      Reads 61
    • WpPart
      Parts 12
    Sebuah bab yang merangkum bait-bait puisi sakral tentang pengembaraan sunyi jiwa manusia di ambang dua dunia. Di pelataran mistis ini, kata-kata ditenun menjadi jembatan antara pekatnya misteri malam dan basuhan fajar pencerahan, mengajak pembaca merayakan dualitas kehidupan-di mana setiap luka adalah bayang dan setiap kesembuhan adalah cahaya.
  • bergurau dengan waktu. by jessarezky
    jessarezky
    • WpView
      Reads 56
    • WpPart
      Parts 1
    kumpulan sajak dan puisi yang mewakili perasaan seorang lelaki saat mendadak menjadi melankolis.
  • Segenggam Kenyamanan by KecoaPinky
    KecoaPinky
    • WpView
      Reads 34
    • WpPart
      Parts 2
    Manis senyum itu sungguh membuatku tersipu malu. Kalimat sampai ketemu sudah menjadi mantra bagiku. Aku terpaut dalam segenggam kenyamanan yang kau tawarkan semenjak pagi itu.
  • Ada Cerita Dalam Ruang Kata by storybocil
    storybocil
    • WpView
      Reads 39
    • WpPart
      Parts 4
    karna ini bukan sekedar puisi, ini cerita yang selalu hidup dalam diri penulis.
  • Bunga Rumput by sissygunawan
    sissygunawan
    • WpView
      Reads 208
    • WpPart
      Parts 3
  • Blistering at the Horizon by Naulynee
    Naulynee
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 1
    Bagi Nala, matahari bukan sekadar benda langit; ia adalah satu-satunya sumber hangat di tengah hidupnya yang sedingin es. Namun, ia lupa bahwa matahari tidak pernah ditakdirkan untuk dimiliki. Ia hanya ditakdirkan untuk dipandang sebelum akhirnya menghilang. Saat cahaya mulai jatuh perlahan dan langit berubah jingga, ketakutan itu datang lagi. Nala bangkit dengan tergesa, mengabaikan lelah yang sudah sampai ke tulang. Ia berlari ke ufuk barat, berpacu dengan waktu yang tak pernah sudi membeku. Ia hanya ingin satu hal: agar kegelapan tidak menjemputnya secepat ini. Ia menjulurkan tangan, mengejar sisa-sisa kilau yang seolah bisa ia genggam kembali. Namun, semakin ia memaksa, semakin dunia menghukumnya. Harapan itu membakarnya. Tangannya melepuh, jiwanya terhempas jatuh ke tanah, sementara sang pijar tetap berlalu tanpa menoleh sedikit pun. Ini adalah cerita tentang seseorang yang tidak tahu cara berhenti, tentang seseorang yang hancur karena mencoba mendekap api yang sudah saatnya padam. Karena pada akhirnya, sekeras apa pun kita berlari, senja tetap akan terbenam. Dan kegelapan selalu punya cara untuk menemukan jalan pulang.
  • Agave: Kelabu yang Berdebu by Ganungmy
    Ganungmy
    • WpView
      Reads 12
    • WpPart
      Parts 1
    Wajah itu tidak banyak berubah sejak terakhir kali ia melihatnya. "Bukankah dia?" Batin lelaki itu terkejut kala melihat perempuan yang akan menjadi calon istrinya. Wanita itu tertunduk, tak banyak berkata, terlihat sangat menawan bagi lelaki manapun. Baginya, perempuan itu adalah rezeki dari Tuhan yang akan sangat ia syukuri. Namun sayang, kebahagiaan itu hanya sesaat kala ia harus menelan sebuah rasa kecewa. Kenyataan yang bertepuk sebelah tangan karena wanita itu sama sekali tidak mencintainya! Melewati sebuah pernikahan dengan bersama hati yang mati rasa. Sementara bagi sang perempuan, pernikahan itu adalah sebuah hal yang sangat sulit dipahaminya. "Apakah lelaki itu adalah jawaban dari doaku selama ini?" Batin perempuan itu sembari menangis. "Namun mengapa hatiku tak kunjung berdamai?" Tanyanya pada mahluk yang bernama hati.
  • In the Silence of Lost Wings by DustyNyawn
    DustyNyawn
    • WpView
      Reads 13
    • WpPart
      Parts 14
    About a girl trapped in loneliness and longing for someone who once filled her life. Like a bird that has lost its wings, she tries to find back the freedom and happiness she lost. On her emotional journey, the girl learns to accept solitude and understands that true happiness does not always have to be chased, but can be created from within.
  • Tintaku Pudar by Syahrul-Nizam
    Syahrul-Nizam
    • WpView
      Reads 428
    • WpPart
      Parts 13
    sekumpulan kata yang terlahir tatkala wicara tak sanggup menerjemahkan rasa yang ada
  • Gemini dan 12 Pintu Takdir by Chaarvi14
    Chaarvi14
    • WpView
      Reads 461
    • WpPart
      Parts 22
    Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang datang tanpa diduga, lalu pergi tanpa penjelasan? Bagaimana jika cinta pertama hadir hanya sebentar, namun meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar hilang? Dalam diam, seseorang belajar menyembunyikan perasaan yang belum sempat selesai. Menyimpan kenangan di balik senyum, dan melanjutkan hidup seolah segalanya baik-baik saja-padahal tidak. Tapi luka tidak selalu berarti akhir. Kadang, luka adalah awal dari sebuah perjalanan pulang... kepada diri sendiri. Gemini dan 12 Pintu Takdir adalah kisah tentang seorang gadis yang memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahirannya, lalu pindah ke negeri baru dengan satu tujuan: menemukan kembali versi dirinya yang pernah percaya, pernah berani, dan pernah mencintai tanpa ragu. Di setiap bab, ada satu pintu yang terbuka-pintu yang menghadirkan pertemuan, perpisahan, pelajaran, dan pelukan yang datang dari dalam. Bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri yang perlahan mulai sembuh. Ini bukan sekadar kisah cinta. Ini adalah kisah tentang keberanian untuk bertumbuh, tentang melepaskan tanpa membenci, dan tentang mencintai diri sendiri lebih dulu sebelum siap mencintai yang lain. Karena kadang, untuk menemukan takdir, yang dibutuhkan hanyalah satu langkah kecil: membuka pintu. DISCLAIMER ‼️‼️ "Kisah ini memang terinspirasi dari berbagai pengalaman, tapi sudah banyak aku olah menjadi cerita fiksi. Jadi, meski ada beberapa kemiripan, jangan terlalu dipikirkan sebagai kisah nyata ya. Ini lebih ke kreativitas aku dalam mengolah cerita."
  • Embun Disudut Kota by ruajie
    ruajie
    • WpView
      Reads 58
    • WpPart
      Parts 15
    👑 *Lima tahun ia pergi,* *meninggalkan **Aruna** di menara diam,* *Kembali kini **Elang**:* *bukan petani, tapi ilmuwan cahaya,* *pengusung janji hidrogen & rindu yang tersumpal.* ***60 hari**-detiknya berlari.* *Sebelum Munich, sebelum asap kota,* *sebelum **Lie Jun** gugurkan tabebuya.* *Di gang Glodok, di perpustakaan sunyi,* *mereka jahit kembali pecahan "maaf"-* ***seperti kintsugi: retak diikat emas rindu.*** *Akankah embun sudut kota* *bertahan di terik Jakarta?* *Atau hanya cerita sementara...* *sebelum gemuruh bisnis runtuhkan segalanya?* #EmbunDiSudutKota' ' #PuisiCinta' ' #KintsugiCinta' #RomanMelankolis' #SastraIndonesia' #RinduBerbunga' #TentangJakarta' #MenungguTakPasti' #BungaDiSelaBeton' 👑
  • Sajak Pusing by GatauCapePusying
    GatauCapePusying
    • WpView
      Reads 2,105
    • WpPart
      Parts 27
    Tempat curhat aj
  • Dew In The City's Corner  by ruajie
    ruajie
    • WpView
      Reads 43
    • WpPart
      Parts 13
    Title: Dew in the City's Corner A Story of Love, Roots, and Returning Home In the heart of Jakarta, Aruna Lie lived a life of luxury, legacy, and silent longing. As the only heir of Lie Holdings, her future seemed prewritten-until love bloomed quietly beneath the tabebuya trees of Senopati Park. Elang, a visionary in hydrogen technology from humble beginnings, offered her not escape, but the courage to dream of a different life. But when ambition and family loyalty collided, their love was torn apart. Five years later, fate and memory bring them back together-not in the boardrooms of power, but in the soil of a liberica coffee farm named Surya Kembar, built from their shared hopes and broken pieces. Through poetic rituals, old letters, technological revolutions, and reconciliations with the past, Dew in the City's Corner traces the journey of two souls who choose love over legacy, and purpose over prestige. This is a novel of soft rebellions, quiet strength, and the beauty of things that grow slowly-lik liberica trees, like forgiveness, like love itself.
  • Alarm by Isyanared
    Isyanared
    • WpView
      Reads 41
    • WpPart
      Parts 1
    Mengapa kamu harus berbohong? Jika kau jujur, mungkin akan lebih banyak hari di mana kita bisa membelah berkilometer jauhnya jalanan negeri ini. Kau yang datang tiap alarm berbunyi, kurasa kau pantas dibenci
  • The Last Rainfall by iftair
    iftair
    • WpView
      Reads 69
    • WpPart
      Parts 2
    SINOPSIS: Di tahun 2231, Bumi telah berubah menjadi gurun raksasa. Hujan alami telah berhenti selama sebelas tahun, digantikan oleh Ghost Clouds-awan hantu yang hanya menawarkan harapan palsu. Manusia bertahan hidup dengan Dew Points (poin kredit air digital) di dalam kota kaca Aethelgard, sementara di luar tembok, para penyintas menggunakan The Beads (manik-manik penyerap kelembapan) untuk bertahan hidup di tengah badai kaca. Elias, seorang mantan ilmuwan Otoritas yang memikul beban rasa bersalah karena kegagalan eksperimennya yang menyebabkan kekeringan, kini hidup sebagai orang buangan. Ia menemukan data satelit tentang satu lokasi di mana hujan terakhir dan murni diprediksi akan jatuh: Lembah Barat. Dalam pelariannya, Elias bertemu Ara, seorang pelukis muda yang perlahan kehilangan penglihatannya. Obsesi Ara bukanlah air, melainkan keinginan putus asa untuk melukis warna langit yang basah untuk terakhir kalinya. Kepadanya, Elias berjanji untuk membawa hujan. Perjalanan mereka menjadi semakin rumit dengan kehadiran Julian, mantan tentara elite Otoritas yang sinis namun peduli. Julian tahu cara bertahan hidup di gurun, dan ia segera menjadi pelindung brutal yang menjembatani idealisme Elias dan intuisi Ara. Sebuah segitiga emosional pun terbentuk di antara debu dan bahaya. Mereka harus berpacu dengan waktu melawan Otoritas yang mengerahkan armada Atmospheric Harvesters untuk memanen hujan terakhir demi keuntungan komersial. "The Last Rainfall" adalah odisei puitis tentang harapan, pengorbanan, dan penebusan. Ini adalah kisah tentang tiga jiwa yang terluka, mencari satu tetes keajaiban terakhir di dunia yang kering, dan menemukan bahwa "hujan" yang mereka cari mungkin ada di dalam hubungan yang mereka bagi di sepanjang perjalanan.
  • Once Then We'll Be Free by Jungiiiii
    Jungiiiii
    • WpView
      Reads 38
    • WpPart
      Parts 6
    I'll find you in these waters
  • Last summer with you by Silver-mourner
    Silver-mourner
    • WpView
      Reads 6
    • WpPart
      Parts 1
    Arai kei, seorang mahasiswa sekaligus pemain biola solo yang terkenal walau tidak pernah menunjukkan mukanya di internet, Karya-karya yang ia buat sungguh membuat banyak penggemarnya menyukainya. itu semua indah sebelum suatu hal yang ia tidak inginkan, dia telah mendapatkan Penyakit mematikan. sejak hari itu sifatnya sangat cuek, dingin, dan sering menyendiri. orang tuanya hingga sampai bertengkar karena saling menyalahkan diri mereka Masing-masing, itu semua sebelum ia dilarikan kerumah sakit. ia tidak memiliki teman untuk menjenguknya, sampai... ia menemui gadis yang seumuran dan bernasib hampir sama dengannya. apakah Kei dapat mengabadikan musim semi terakhirnya dengan indah atau mati sendiri di kamar pasien?
  • Bulan by UmmuKhonsa8
    UmmuKhonsa8
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 2
    Aku ingin menjadi bulan Yang selalu menerangi di gelapnya malam Yang selalu menghangatkanmu di dinginnya malam Yang selalu berada disisimu saat kau kesepian Kau dan aku layaknya bulan dan bintang Yag tak dapat dipisahkan Sampai kabut malam datang Akankah aku bisa selalu berada disampingmu
  • ANTRIAN TANPA NOMOR by princessdoesntexistt
    princessdoesntexistt
    • WpView
      Reads 123
    • WpPart
      Parts 28
    Selamat datang di ruang tunggu bagi mereka yang nomor antreannya tidak pernah dipanggil. Buku ini adalah sebuah kumpulan aksara malfungsi, puisi absurd, dan cerita-cerita pendek tentang manusia yang telanjur nyaman menjadi backburner. Tentang mereka yang selalu ada di barisan paling setia, namun tidak pernah menjadi tujuan utama. Mulai dari kisah sebuah telepon malam yang membongkar rahasia jaket penyelamat di kala hujan SMP, hingga sajak-sajak acak tentang waktu yang berjalan mundur dan logika yang patah. Semua ditulis untuk merayakan perasaan-perasaan yang telanjur terlambat untuk disatukan. Untuk kamu yang mencintai dalam diam, mengalah demi sahabat, atau sekadar terjebak menjaga komitmen yang salah... silakan masuk. Kita mengobrol lebih lama di sini. Sebab di dalam buku ini, kita semua berada di barisan yang sama: Antrian Tanpa Nomor.