_pieceofaarah
Bunga itu bernama Memayu─tumbuh bukan di tanah yang ia pilih, melainkan di arus takdir yang sejak awal telah membawanya menjauh dari asalnya.
Sejak bayi, hidupnya telah dimulai dengan kepedihan. Dibuang ke aliran sungai oleh kedua orang tuanya sendiri, tubuh kecilnya hanyut tanpa arah hingga akhirnya ditemukan oleh sepasang suami-istri di sebuah desa. Di sanalah harapan sempat tumbuh, bahwa Memayu akan dipeluk oleh kasih sayang yang utuh, bahwa hidupnya akan perlahan mengganti luka dengan cinta.
Namun, semesta rupanya memiliki cara lain untuk menuliskan kisahnya.
Alih-alih kasih sayang, Memayu tumbuh di antara tangan-tangan yang kasar. Alih-alih cinta, ia mengenal dunia lewat luka yang perlahan membentuknya. Setiap harapan yang ia genggam seakan selalu luruh sebelum sempat mekar, menjadikannya terbiasa hidup di antara penderitaan, kehampaan, dan rasa yang tak pernah benar-benar usai.