bawidd_
"Bapak dan Ibu tidak pernah menuntut banyak, mereka hanya ingin aku menjadi orang sukses. Masalahnya, itu adalah tuntutan paling mustahil di dunia bagi seseorang sepertiku."
Lahir sebagai anak tunggal di tengah keluarga miskin yang terasing, hidupku tidak pernah benar-benar menjadi milikku. Punggungku dipaksa tegak sebelum waktunya, dibebani mimpi-mimpi besar yang gagal digapai kedua orang tuaku. Demi melihat binar bangga di mata Ibu dan senyum lelah di wajah Bapak, aku meminjam cita-cita orang lain. Aku menelan hal-hal yang kubenci, belajar hingga lambungku terkikis asam, dan memasang topeng anak berbakti yang sempurna.
Semua orang di kampung percaya aku adalah tiket emas keluarga menuju kehidupan yang terhormat.
Namun, kerja keras ternyata punya batas mutlak. Bakat tidak otomatis tumbuh dari cucuran keringat, dan kepintaran tidak bisa ditebus dengan air mata orang tua. Di tanah rantau, kebohongan yang kurangkai perlahan hancur berkeping-keping. Surat peringatan putus studi sudah di atas meja, otakku menyerah, dan tenagaku habis tak bersisa.
Aku tidak bisa lagi membohongi dunia, tapi aku juga tak sanggup melihat Bapak dan Ibu mati berdiri jika tahu anak kebanggaannya hanyalah seorang pengecut yang gagal.
Jika sebuah keluarga harus punya tumbal agar kutukan harapan beracun ini berhenti di generasiku...
Maka jangan sentuh mereka.
Jangan buat mereka menanggung malu.
Biar aku saja.
Biar aku saja yang gagal.