kuroiisme
Di usia remaja yang masih dipenuhi mimpi sederhana,Dhrity tidak pernah menyangka seorang bernama Arang akan tumbuh menjadi bagian paling sunyi sekaligus paling menetap di dalam hidupnya. Bukan cinta yang datang dengan gemuruh atau janji manis yang memabukkan, melainkan perasaan yang hadir perlahan-melalui tawa kecil, percakapan tanpa arah, dan rasa nyaman yang tanpa sadar menjelma rumah
Ia adalah perjalanan panjang-tentang waktu yang tidak pernah benar-benar berpihak, tentang jarak yang diam-diam menguji, tentang rasa yang tidak diminta
Sejak awal, mereka tidak pernah benar-benar "memulai"
Tidak ada pengakuan yang lantang
Tidak ada janji yang diikat dengan kata
namun justru karena itulah-semuanya terasa lebih dalam, lebih nyata, lebih sulit dilepaskan
Hidup tidak selalu memberi waktu yang tepat bagi dua hati yang saling menemukan
Keduanya berjalan di jalan hidup masing-masing
Waktu yang dulu memisahkan dengan begitu kejam, perlahan mempertemukan keduanya kembali di usia yang jauh lebih dewasa
Apakah cinta yang tertinggal dalam diam masih mampu menemukan jalannya pulang?
Ataukah memang ditakdirkan hanya untuk hidup sebagai kenangan-indah, tidak pernah menjadi milik siapa pun?
Notes:
Disclaimer : Cerita ini adalah karya fiksi. Nama, karakter, tempat, dan kejadian adalah hasil imajinasi penulis atau digunakan secara fiktif. Penulis sama sekali tidak memiliki niat, tendensi, atau pembenaran untuk melakukan rasisme, diskriminasi, maupun menyudutkan etnis dan golongan tertentu.
Nama tokoh Arang dan julukan 'Sate' dalam cerita ini terinspirasi dari salah satu karya penulis Gaachan. Seluruh alur cerita, kepribadian tokoh, dan latar belakang dalam karya ini adalah murni fiksi asli milik saya.