Josephinepenulis
Rama Aditomo (28) adalah definisi pekerja kantoran biasa. Gaji UMR, tabungan nyaris nol, dan sebagian besar penghasilannya habis untuk menyekolahkan adik satu-satunya. Hidupnya berjalan datar-kerja, pulang, lembur, lalu mengulang lagi keesokan hari. Urusan cinta? Bukan prioritas. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak punya ruang untuk berharap.
Hari-hari Rama di kantor justru berwarna berkat empat temannya-Dino, Farel, Kiara, dan Citra-yang tergabung dalam grup WhatsApp Nikmat Awal Bulan. Mereka sama-sama pejuang rupiah dengan cara bertahan hidup masing-masing: menabung demi hobi mahal, balas dendam di all you can eat setiap gajian, berburu baju preloved, atau sekadar menjadi pengamat tenang karena hidup sudah terlanjur aman. Bersama mereka, Rama belajar menertawakan hidup yang pas-pasan.
Keseimbangan itu berubah ketika Sabrina Amira (30), manajer baru yang dingin dan berwibawa, datang menggantikan atasan lama yang cuti melahirkan. Tanpa basa-basi, Sabrina membawa ritme kerja cepat, rapat mendadak, dan standar tinggi yang membuat semua orang harus beradaptasi-terutama Rama.
Sebuah insiden konyol mengawali segalanya: Rama tanpa sengaja menumpahkan kopi ke blazer Sabrina saat rapat pertama mereka. Sejak hari itu, Rama dicap ceroboh dan menjadi "musuh diam-diam" sang manajer. Hubungan mereka dipenuhi tatapan tajam, instruksi singkat, dan jarak profesional yang kaku.
Namun di balik lembur, tekanan target, dan percakapan seperlunya, Rama perlahan melihat sisi lain Sabrina-seorang perempuan yang juga lelah, memikul ekspektasi besar, dan belajar bertahan di kota yang tidak ramah. Sementara Sabrina mulai menyadari bahwa Rama bukan sekadar staf ceroboh, melainkan sosok yang bertanggung jawab, tulus, dan diam-diam selalu hadir.