Muslimmah cerita

Saring berdasarkan tag:
muslimmah
muslimmah

2 Cerita

  • Gentleman [ON HOLD] oleh inkoflove
    inkoflove
    • WpView
      Membaca 813
    • WpPart
      Bab 7
    "What are you doing here?!" his yell, not any less than a roar, breaks the utter silence, "I had warned you not to wander around in any of my rooms!" Not only my words but, I think, my soul might have departed as well as I stand motionless, staring at his burning eyes with my terrified eyes. I want to run away but, it seems like, my body couldn't understand the orders of my brain. "Why are you snooping around in my private work space?" he accuses, gripping his hand tighter around my forearms. Like reality hitting me hard, I dare to jerk my arm away, slightly bewildering him. "I-I was j-just looking a--" "You want to know what I do?!" he yells, stepping a little closer to my liking, "I am a ruthless man, woman. A gangster. Mafia." As I was registering this confession in my brain, I don't know how, why, and from where but he takes a gun out, pointing at my forehead. "And I will be more than happy to prove it," he casually remarks with no shame or even hesitation lacing his words. --------------- GENTLEMAN - "a not so gentle gentleman." Ammar Asim Mir, the gangster. Mahira just Mahira, the captive. And as a poet once said, "it left A mark. Every word, Every moment, Every sigh and Every half smile. It left A mark." - d.j Turkish man-Pakistani girl
  • Diary Bidadari Cengeng oleh nuhamarzia
    nuhamarzia
    • WpView
      Membaca 79
    • WpPart
      Bab 1
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ "Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik." (Al-Baqarah: 99) Seorang Indoland Muslimmah menempati lingkungan baru. Ia dikelilingi oleh mayoritas non-muslim. Pakaiannya yang serba hitam membuat orang-orang di sekitarnya enggan mendekati. Bersyukur ia bertemu dengan Allegra, dia adalah perempuan yang pertama kali menyapa Nohara. "Boleh aku belajar Nadhaman denganmu, Nohara?" Sekejap hati Nohara bergetar mendengar pertanyaan Allegra. Allah memberi hidayah Allegra yang luar biasa. Allegra pun masuk ke kehidupan serba tertutup. Rambut lurus mengagumkan, tidak boleh ada lagi yang melihat. Wajah cantik yang menawan pun tidak boleh dipandang oleh laki-laki yang belum mahram. Allegra dan Nohara menjadi sahabat baik, mereka beribadah bersama setiap hari. Suatu hari Nohara kembali ke tanah air menemui keluarga dari Mamanya. Ia bertemu dengan Hafidz Ammar. Seorang penghafal Qur'an, putra Kiyai yang memiliki pondok Ar-Roudhoh. Selamat membaca untuk kelanjutan kisahnya. Semoga bermanfaat dunia hingga akhirat.