kuroshinju_12
Naruto tau, dirinya dilahirkan hanya untuk menyokong kebutuhan kakaknya yang sakit. Naruto tau, ia harus siap memberikan apapun yang dibutuhkan kakaknya. Ketika sejak kecil Naruto harus merasakan sakitnya jarum suntik, ketika ia merasakan sakitnya di operasi, Naruto tidak sedih.
Ada secercah rasa bangga pada dirinya bahwa ia berguna. Saat kakaknya, Menma telah dinyatakan sembuh, Naruto berharap bahwa kasih sayang dan perhatian kedua orang tuanya tak luntur. Sayangnya, harapan itu sedikit meluntur. Naruto tidak kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya, juga Menma. Hanya saja perhatian itu lebih condong ke Menma, sang kakak.
Mungkin karna kesembuhan Menma adalah hal yang dinantikan kedua orang tuanya. Secerah rambut pirangnya, secerah itu juga pemikirannya. Naruto masa bodo dengan hal itu, namun saat dirinya di terpa sakit, hal yang diinginkan adalah perhatian yang sama dengan menma.
Naruto tertawa kecil, apa dia tega pada orang tuanya setelah masa sulit mereka harus berjuang untuk kesembuhan Menma? apa sekarang ia tega untuk kembali membuat orang tuanya sedih? Naruto menatap kertas hasil pemeriksaannya, lalu memasukkanya kembali kedalam laci meja belajarnya.
Nikmati saja, selagi orang tuanya tetap sayang padanya, selagi dirinya tak dibuang nikmati saja. Hal itu sudah lebih cukup untuknya.