futriaa
Kehidupannya yang sangat jauh dari kemewahan membuat Ningsih harus bekerja di pasar untuk kelangsungan hidupnya beserta adik dan ibunya. Kemiskinan membuatnya jauh dari hal-hal yang ia inginkan, bahkan untuk hanya sekedar merasakan nikmatnya makan dengan lauk berupa sebutir telur saja sulit untuk ia dapatkan. Semua upah telur yang Ningsih dapatkan dari Bu Aminah, ia berikan sepenuhnya kepada adik atau ibunya. Dan sebuah kejadian akhirnya membuat ia bisa merasakan telur pertamanya.