loveismydream
Hanya butuh enam jam untuk membuat hidup seseorang berubah menjadi kenangan.
Sore itu, di bangku Taman Ayodia, Meta mengakhiri hubungan empat tahun mereka dengan kalimat-kalimat yang terlalu tenang untuk disebut perpisahan. Aludra tidak marah. Ia hanya duduk diam, membiarkan perempuan yang paling ia cintai berjalan pergi di tengah langit Jakarta yang mulai gelap menjelang malam tahun baru.
Al pikir semuanya selesai di sana.
Namun kurang dari tiga jam kemudian, sebuah sedan hitam terbalik di jalur cepat Arteri Pondok Indah. Di tengah hujan, lampu sirene, dan pecahan kaca yang berserakan di aspal, Al menemukan Meta tergeletak bersimbah darah di antara hidup dan mati.
Malam itu, lelaki yang baru saja ditinggalkan itu justru menjadi orang pertama yang menahan nyawa Meta agar tidak pergi.
Di bawah gemuruh Jakarta yang sedang bersiap menyambut tahun baru, Aludra harus memilih:
tetap menjadi paramedis yang menyelamatkan semua orang,
atau menjadi lelaki biasa yang akhirnya hancur bersama seseorang yang tidak lagi memilihnya.
Enam Jam Terakhir adalah kisah tentang cinta yang terlambat dipahami, luka yang tidak sempat diselesaikan, dan bagaimana kadang-kadang... seseorang tetap menyelamatkan kita bahkan setelah kita menghancurkan hatinya.