Patriarki Stories

Refine by tag:
patriarki
patriarki

6 Stories

  • Perempuan Tanpa Nama by rishorish
    rishorish
    • WpView
      Reads 23
    • WpPart
      Parts 2
    Kisah seorang perempuan yang hidup dalam belenggu patriarki. dibungkam, tak mampu melawan. "Perempuan jangan sekolah tinggi-tinggi" "Perempuan ga boleh keluar malam" "Perempuan ga boleh menyatakan cinta lebih dulu" "Perempuan harus bisa masak" ,
  • Bunga Malam by futureChenle
    futureChenle
    • WpView
      Reads 10
    • WpPart
      Parts 5
    Di Kerajaan Arkatara yang megah namun patriarkis, wanita hidup dalam belenggu tradisi kuno, dibungkam, dan dipandang sebagai properti. Namun, di balik dinding istana yang menjulang, Putri Aruna menolak takdir itu. Terinspirasi oleh kisah peradaban kuno "Tanah Ibu" di mana wanita memiliki martabat yang setara, Aruna secara diam-diam menanam benih perlawanan. Bersama sekelompok kecil dayang dan pelayan setia-sang ahli dapur Koki Kencana, penjahit Laras, penari Seruni, dan tabib Nenek Siti-Aruna membentuk "Bunga Malam." Dengan bisikan rahasia, mereka menyebarkan kesadaran akan hak-hak yang direnggut, mengajarkan membaca, dan mendokumentasikan setiap kejahatan yang tersembunyi. Dari protes mawar putih yang hening hingga "perlambatan diam" yang melumpuhkan ekonomi, mereka berjuang tanpa kekerasan, namun dengan strategi yang cerdik. Ketika ancaman perjodohan paksa dan perbudakan terselubung membayangi, "Bunga Malam" harus melakukan tindakan paling berani: mengungkap "Manifesto Bunga Malam" di depan publik, memicu gema "Keadilan Bukan Takdir!" yang mengguncang singgasana. Kisah ini mengikuti perjuangan mereka yang penuh bahaya, pengorbanan, dan tekad, dari generasi ke generasi, dalam menumbuhkan fajar keadilan di tengah kegelapan penindasan. 🚫No❌‼️🚫
  • Balada Jobseeker by Rara_Anonim
    Rara_Anonim
    • WpView
      Reads 8
    • WpPart
      Parts 1
    Dari judul lowongannya saja jelas "Wedding Consultant". Kenapa tiba tiba jadi jualan gaun ? pikirku. DIA PASTI ORANG BODOH YANG MALAS CARI PEGAWAI DAN SUKA MEREMEHKAN PEREMPUAN.
  • Karena Aku Adalah Wanita by YeniMartini4
    YeniMartini4
    • WpView
      Reads 22
    • WpPart
      Parts 1
    Tulisan ini saya dedikasikan untukmu, untuk kalian, dan untuk kita. Untuk semua wanita yang pernah berjuang dan yang masih berjuang melawan kerasnya kungkungan patriarki. Percayalah, kau kuat. Kau teramat kuat untuk berusaha memperjuangkan segala hak yang dirampas oleh budaya nenek moyangmu.
  • Sabda Cinta Semesta by Rahmatmhd
    Rahmatmhd
    • WpView
      Reads 61
    • WpPart
      Parts 4
    Fin lahir dari keluarga mapan: segalanya tersedia, jalannya sudah dihamparkan rapi. Ia anak yang diharapkan tumbuh menjadi bintang cerdas, berhasil, mengharumkan nama keluarga. Tapi di balik itu, Fin menyimpan gelisah: untuk siapa semua ini? Untuk apa? Di sekolah elit, Fin mendengar ayat-ayat suci, tapi tak menemukan cinta yang menyembuhkan. Di rumah, ia belajar kesuksesan, tapi tak menemukan keberanian untuk gagal. Di dunia yang sibuk mencatat prestasi, ia hanya ingin bertanya: bagaimana rasanya hidup sebagai diri sendiri? Pertemuannya dengan Petapa, sosok misterius yang melintas seperti angin di hidupnya, mengubah segalanya. Mereka bicara tentang agama yang kehilangan wajah kasih, tentang bumi yang tergerus rakus, tentang perempuan-perempuan yang hanya jadi angka di laporan sosial. Di sanalah Fin belajar bahwa cinta tak harus berlabel. Bahwa iman bukan berarti memenjarakan. Bahwa memberi bukan soal hitungan pahala. "Sabda Cinta Semesta" adalah novel tentang keberanian keluar dari jalur yang disiapkan, tentang merengkuh luka dunia sebagai luka diri, dan tentang belajar mencintai tidak karena diajarkan, tapi karena akhirnya kita memilih untuk itu. Karena, seperti yang Petapa katakan pada Fin: "Tuhan tak pernah memintamu menjadi sempurna, Ra. Dia hanya menanamkan cinta, dan menunggu kau membiarkannya tumbuh."
  • KIAMBANG : tragedi bunga liar by Canislyrae
    Canislyrae
    • WpView
      Reads 596
    • WpPart
      Parts 6
    Air tenang tak pernah menentang bunga liar, dibiarkannya tumbuh walau tak benar-benar berniat merengkuh. Sayang seribu sayang, dalam tenangnya air tersimpan gelembung-gelembung kemarahan, senyap menghimpit dan menolak keberadaan. Demi hilang segala amarah, bunga liar mencabut akar dan menyerah kepada arus yang menuntunnya pada kematian. Malangnya si bunga liar, di air tenang tak diharapkan, di derasnya arus ia tak mampu bertahan. #Trigger Warning : rape, manipulation, abuse (sexual, emotional, & physical) ~ 1 Juli 2025