futureChenle
Di Kerajaan Arkatara yang megah namun patriarkis, wanita hidup dalam belenggu tradisi kuno, dibungkam, dan dipandang sebagai properti. Namun, di balik dinding istana yang menjulang, Putri Aruna menolak takdir itu. Terinspirasi oleh kisah peradaban kuno "Tanah Ibu" di mana wanita memiliki martabat yang setara, Aruna secara diam-diam menanam benih perlawanan.
Bersama sekelompok kecil dayang dan pelayan setia-sang ahli dapur Koki Kencana, penjahit Laras, penari Seruni, dan tabib Nenek Siti-Aruna membentuk "Bunga Malam." Dengan bisikan rahasia, mereka menyebarkan kesadaran akan hak-hak yang direnggut, mengajarkan membaca, dan mendokumentasikan setiap kejahatan yang tersembunyi. Dari protes mawar putih yang hening hingga "perlambatan diam" yang melumpuhkan ekonomi, mereka berjuang tanpa kekerasan, namun dengan strategi yang cerdik.
Ketika ancaman perjodohan paksa dan perbudakan terselubung membayangi, "Bunga Malam" harus melakukan tindakan paling berani: mengungkap "Manifesto Bunga Malam" di depan publik, memicu gema "Keadilan Bukan Takdir!" yang mengguncang singgasana. Kisah ini mengikuti perjuangan mereka yang penuh bahaya, pengorbanan, dan tekad, dari generasi ke generasi, dalam menumbuhkan fajar keadilan di tengah kegelapan penindasan.
🚫No❌‼️🚫