Pekerjaan Stories

Refine by tag:
pekerjaan
WpAddanalisa
WpAddbaja
WpAddpalembang
WpAddpintu
WpAddurugan
WpAddtanah
WpAddharga
WpAddpondasi
WpAddlowongan
WpAddkerja
WpAdddinas
WpAddumum
WpAddvolume
WpAddm3
WpAddsambilan
WpAddrumah
WpAddkembali
WpAdd2019
WpAddper
pekerjaan
WpAddanalisa
WpAddbaja
WpAddpalembang
WpAddpintu
WpAddurugan
WpAddtanah
WpAddharga
WpAddpondasi
WpAddlowongan
WpAddkerja
WpAdddinas
WpAddumum
WpAddvolume
WpAddm3
WpAddsambilan
WpAddrumah
WpAddkembali
WpAdd2019
WpAddper

191 Stories

  • IRIS BIRU NIRDAYA by akunijo
    akunijo
    • WpView
      Reads 9
    • WpPart
      Parts 1
    Aku merasa hancur, seolah hidup telah merenggut hampir seluruh kekuatanku. Hari-hari kulewati dengan langkah yang rapuh, sementara menyerah sering kali terdengar lebih menenangkan daripada bertahan. Namun, di balik segala luka yang tak terlihat dan kelelahan yang tak pernah benar-benar usai, masih tersimpan sekuntum iris biru di dalam diriku. Ia kecil, nyaris tak tampak, tetapi tak pernah benar-benar layu. Ia adalah kerinduan akan kehidupan yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih penuh cinta. Selama iris itu masih hidup, sekecil apa pun kelopaknya, aku tahu bahwa di antara seluruh kehancuran ini masih ada alasan untuk percaya bahwa suatu hari nanti aku pun akan mekar kembali.
  • Tak Sekasta, Tapi Sama by Wayyla
    Wayyla
    • WpView
      Reads 60
    • WpPart
      Parts 2
    Hidayah datang pada siapa saja yang dikehendakiNya. Begitulah yang terjadi pada seorang muslimah bernama Grandis. Namanya unik, begitu juga lika-liku kehidupannya. Dari masa abu-abu sampai masa pedihnya menjadi ibu rumah tangga. Berkat genggaman hangat dari sahabatnya, Aisha, ia mulai kokoh menapaki jalan yang lurus. Menjelajahi setiap fase kehidupan dengan hati yang lapang. Terlahir dari keluarga serba ada dan keluarga yang kurang harmonis tak membuat masa depannya suram. Berkat tekadnya yang kuat, ia mampu merubah apa-apa yang mulai terselimuti kabut menjadi cerah kembali. Tak lepas dari dukungan seseorang yang spesial, Ilham. Pangeran yang siap menuntunnya menapaki bumi Allah menuju persinggahan yang abadi di surgaNya. Lalu, tawa dan derita seperti apa yang dialami seorang yang memiliki nama unik tersebut? Mampukah ia menjadi sosok muslimah sejati? Dan, bagaimana lika-liku hijrahnya? Simak kisahnya, dan contohlah hal-hal yang baik.
  • Pahit Hidup by traumamanusia
    traumamanusia
    • WpView
      Reads 53
    • WpPart
      Parts 1
    Baru saja Fata merasakan keindahan hidup setelah keterpurukannya datang. Naas, semua itu kembali lagi ke dunia Fata. Tidak bisa dipungkiri, Fata telah berbuat salah.
  • Yang Terakhir by Rosssssees
    Rosssssees
    • WpView
      Reads 15
    • WpPart
      Parts 1
    Dia tidak pernah mencari malah tiidak terfikir untuk mempunyai teman lelaki baginnya biarlah berjaya dalam kerjaya dahulu sebelum memikirkan komitmen untuk perkahwinan dan hidup berkeluarga baginnya juga " Love when you're ready not when you're lonely " " Athea Zahrah ibu ni dah penat nak menjawab dekat pakcik makcik kamu bila nak kawin ? cuba kamu lihat saudara kamu yang lain semua dah berkeluarga makcik pakcik kamu semua dah ada cucu dua tiga tapi ibu ni baru sorang tu pun anak abang kamu, agaknya ibu dah mati baru kamu nak kawin ye? " membebel pn.Rohaya dekat athia sambil mulutnya disumbat buat apple. Athea kemudian bangun, dia melangkah menuju ke tingkap ruang tamu dan dilempar pandangannya ke luar tingkap pn.Rohaya hanya memandang tingkahnnya. " Ish ibu ni thea belum bersedialah nak berumah tangga banyak lagi benda thea belum capai daripada sebuk fikirkan pasal lelaki baik thea fikirkan untuk kembangkan restoran thea " Melihat orang berjalan bersama bergelak ketawa, sentiasa menemani hati mana yang tak cemburu, hati mana yang tak sunyi, hati mana yang tak teringin nak melalui perkara yang sama. Mungkinkah seumur hidupnnya Athea Zahra akan berseorangan ataupun mungkin akan berjumpa jejaka yang boleh membuka hatinnya.
  • I'll Be by banggood
    banggood
    • WpView
      Reads 248
    • WpPart
      Parts 3
    "Aku harus memulainya dari awal kembali, bukan?" Jalanan di sini sungguh tampak berbeda dengan yang ada di kotaku. Jangankan jalanannya, pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang berlalu lalang juga menunjukkan sebuah perbedaan yang aku sendiri merasa terasingkan untuk berdiri ditengah-tengahnya. Barangkali semua itu akan terasa akrab disaat diri ini mulai menyadari bahwa aku sudah dewasa. Sudah sangat pantas untuk mengerti dengan apa yang membuat kita tumbuh. Bercengkrama dengan teman-teman lama. Bahkan sekedar mengucapkan salam. "Hai!" Mengenakan setelan baju yang membosankan setiap harinya. Merasa diri ini sudah melakukan hal-hal besar dengan memandang anak-anak kecil yang pergi sekolah sebagai sesuatu yang langka. Memperhatikan cara berjalan, berdandan, berbicara, bertegur-sapa, dan beberapa hal yang membuat kita sibuk sebagai orang dewasa. Ah, aku berharap kalian yang bercengkrama bisa merasakan apa yang aku rasakan.