We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Penari Stories

Refine by tag:
penari
penari

15 Stories

  • Darsih Sang Penari by YogaBody
    YogaBody
    • WpView
      Reads 43
    • WpPart
      Parts 1
    Darsih seorang gadis yang memiliki wajah yang sangat cantik sehingga para penduduk menjulukinya sebagai kembang yang dititip surga. Brema seorang pemuda berprofesi sebagai fotografer lepas yang sedang mencari hidupnya. Ini bukan sekedar cerita mereka bisa jadi ini juga cerita kita
  • Nyai Joget: Penari Kraton Yang Dijual by Bosbanon
    Bosbanon
    • WpView
      Reads 36
    • WpPart
      Parts 16
    Kisah ini adalah pengembangan dari cerita rakyat lisan di Klipang, Sendangguwo, Tembalang, Kota Semarang, tentang seorang penari ronggeng yang disebut sebagai Nyai Joget atau Mbah Joget. Menurut cerita tutur lisan di sekitar tempat tersebut Nyai Joget atau Mbah Joget adalah penari ronggeng yang masih memiliki hubungan dengan keraton. Tidak dijelaskan dengan jelas keraton manakah yang dimaksud, tetapi menurut warga beliau melarikan diri dari keraton ketika terjadi suatu peperangan, namun juga tidak jelas perang manakah yang dimaksud. Sosok Mbah Joget atau Nyai Joget ini juga pernah diliput di acara misteri Dua Dunia Trans 7 pada tahun 2010an, sepaket dengan Pintu Air Klipang, dan Makam Sigar Bencah. Dan sampai sekarang masih sering dibuat konten misteri oleh konten kreator lokal di sekitar Semarang. Berdasarkan cerita tutur di atas penulis melakukan pengembangan cerita sendiri. Dengan dasar informasi Nyai Joget adalah orang keraton yang melarikan diri ketika terjadi perang. Dan penulis menempatkan kejadian pelarian Mbah Joget tersebut pada Perang Diponegoro/Perang Jawa 1825-1830, karena masa tersebut belum terlalu jauh dengan masa sekarang. Sehingga sangat mungkin untuk masih diingat ketimbang peperangan-peperangan yang terjadi di masa yang lebih lama. Pengembangan cerita ini bermula ketika pulis merasa janggal karena seorang yang berhubungan dengan keraton bisa menjadi penari ronggeng yang cenderung dipandang rendah. Sehingga penulis berkesimpulan beliau menjadi ronggeng karena sangat terpaksa. Cerita ini adalah murni pengembangan dan imajinasi penulis dengan menyertakan cerita asli yang hanya sedikit. Jika di suatu hari diketahui cerita yang dikembangkan oleh penulis ini salah maka penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya. Dan penulis sama sekali tidak memiliki niat menjelekkan pribadi yang sudah meninggal dunia. Cerita ini adalah cerita tragis yang mengambarkan nasib wanita di zaman Kolonial Belanda.
  • The Dog by Mr_Cheshirre
    Mr_Cheshirre
    • WpView
      Reads 7
    • WpPart
      Parts 1
    Apa kamu memiliki ketakutan? Aku juga!
  • I Know You by sansan_sanchi
    sansan_sanchi
    • WpView
      Reads 108
    • WpPart
      Parts 3
    Dua orang dengan hobby yang berbeda saling dipertemukan. Cikha yang merupakan seorang penari tradisional harus dipertemukan dengan Arga sang fotogrefer pindahan dari kota Bogor ke tempat sekolahnya. Namun siapa sangka, bahwa nama anak Ibu Maya bernama Khael, yang sering di ceritakan oleh pemilik sanggar tempat Cikha menari tersebut adalah Arga, yang notabenya merupakan murid pindahan di sekolahnya. "Gue kenal lo jauh dari sebelum lo kenal gue." kata Arga menatap Cikha yang tengah memandangnya bingung. Cikha menatap Arga dengan alis tertaut, "Ha?" Arga terkekeh kemudian menggelengkan kepalanya sebelum berbalik meninggalkan Cikha yang masih menatapnya bingung. Dibalik pertemuan mereka sebelum mengenal satu sama lain, ada perasaan yang lebih dulu muncul di hati salah satu dari mereka, sebelum keduanya sama-sama saling bertemu dan mengenal satu sama lain.
  • (Tidak) Gagal Menjadi Ballerina by maverick-st
    maverick-st
    • WpView
      Reads 70
    • WpPart
      Parts 3
    Anna, seorang gadis kecil umur 13 tahun, bungsu dan mempunyai seorang kakak perempuan-Karin. Ia agak tomboy, badannya kecil mungil tapi pantatnya bahenol. Sehingga teman-temannya sering menyebut dia anna asoy geboy ketimbang nama lengkapnya dia, Anna Fari Kalzama. Kakaknya, Karin 3 tahun lebih tua darinya, menekuni ballet sejak dari usia 8 tahun hingga remaja 16 tahun. Karin yang feminim menjadi semakin cantik ketika beranjak remaja, ia pintar dikelasnya, rajin menabung, patuh dan taat dengan orang tuanya. Selain itu, ia sangat pintar di dunia seni ballet yang sekarang ini lagi digemari di Indonesia dan dunia. Adiknya - Anna, selalu kagum pada kakaknya... Seakan-akan dimatanya, kakaknya memiliki semua keindahaan yang seharusnya dimiliki oleh seorang wanita, sehingga ia sampai terbesit memiliki ambisi untuk melampaui kakaknya, dan terlebih lagi ia ingin menjadi ballerina. Di umurnya yang mulai beranjak remaja, rasanya tak mungkin Anna menjadi ballerina... Bahkan, ia tidak memiliki postur tubuh yang memadai untuk menjadi seorang ballerina.. Hobinya membaca buku, mulai buku sejarah, buku biografi, buku komik, hingga buku novel setebal 10cm pun lahap habis dibacanya.. Tetapi anehnya, ia tidak menyukai buku pelajaran !.. Nilai dikelasnya hanya pas-pasan, dan ngepas banget nilainya untuk lulus. Selain itu, ia suka banget ama lagu-lagu jadul yang nge-rock ala-ala Freddie Mercury, dan barang-barang jadul pun sangat di sukainya, termasuk lagu-lagu klasik ala Rachmanov dan lainnya..
  • Sentana Nuswantara: Serial 3 - Ketut : Tarian Penghancur by rezkifajriansyah
    rezkifajriansyah
    • WpView
      Reads 55
    • WpPart
      Parts 8
    Dia tidak pernah meminta menjadi pahlawan. Tapi takdir tidak pernah meminta izin. Ketut Ariawan, penari dari Ubud, hidup dalam dua dunia. Satu dunia: tari dan upacara, senyum Luh Ayu di sanggar, dan suara gamelan yang mengalun lembut. Dunia lain: Warisan Darah, panggilan leluhur, dan bayang-bayang Wangsa Raksasa yang mengintai dari kegelapan. Sebagai sentana keturunan Kerajaan Warmadewa, ia mewarisi Tari Hujan - kemampuan untuk memicu fenomena alam hanya dengan gerakan. Tapi kemampuan itu tidak pernah ia kuasai sepenuhnya. Setiap kali ia menari, hujan yang ia panggil bisa menjadi badai. Gempa yang ia picu bisa meruntuhkan desa. Kini, purnama terkuat tahun ini akan segera tiba. Para pemangku di Pura Besakih bersiap menyambut Presiden Nuswantara. Dan Wangsa Raksasa, yang tidak pernah tidur, melihat momen ini sebagai kesempatan sempurna: serangan gaib yang akan menewaskan pemimpin bangsa dan meruntuhkan Pagar Nusantara. Satu-satunya harapan adalah Ketut. Ia harus menari di pusat pura, memperkuat perisai kuno yang diwariskan leluhurnya - kakek buyut I Gusti Ngurah Tari, yang gugur di tempat yang sama ribuan tahun lalu. Tapi hati Ketut tertambat pada Luh Ayu, penari biasa yang tidak tahu bahwa dunia yang ia kenal akan hancur jika Ketut gagal. Ia berjanji akan kembali. Tapi di atas panggung suci itu, tarian tidak pernah menjanjikan keselamatan. Serial 3: Ketut - Tarian Penghancur adalah kisah tentang seorang penari yang belajar bahwa terkadang, melindungi orang yang dicintai berarti rela berpisah. Sementara di lereng Gunung Agung, bulan semakin membesar. Dan kegelapan mulai merangkak.
  • LENGGANG by nafiwier
    nafiwier
    • WpView
      Reads 31
    • WpPart
      Parts 2
    Kisah seorang penari lenggang yang masih pemula. Ia harus berhadapan dengan prinsip dan keinginannya ketika mengambil langkah untuk menjadi seorang penari lenggang.
  • Selendang Gantung dan Para Tuan Hatiku by Tyajati99
    Tyajati99
    • WpView
      Reads 1,567
    • WpPart
      Parts 2
    Tatapan mata Sekar adalah api, dan tariannya adalah mantra yang menyeret empat pria ke dalam jurang kegilaan. ​Menolak menyerah pada utang keluarga dan hinaan sebagai "perawan tua pemakai pelet", Sekar bertaruh nyawa di atas panggung peniti. Alun-Alun menjadi saksi runtuhnya kehormatan dari mimpi seorang wanita dan tumpahnya darah, ribuan khalayak memasang mata bukan untuk memahami bagaimana jiwanya bergerak, namun untuk menonton raganya yang dilecehkan secara paksa oleh anak bupati. Cinta tak sepenuhnya tentang rasa yang indah. Ada saatnya pula cinta bertukar rupa menjadi petaka. Sekar harus memilih: menyerah pada takdir yang mendikte hidupnya, atau menggunakan selendang tarinya sendiri untuk menjemput kebebasan yang abadi. ​Ini bukan cerita tentang bagaimana seorang wanita diselamatkan. Ini adalah tentang jiwa yang memilih mati daripada hidup terkekang dalam sangkar emas.