ImronSagito
Tiga kali mimpi.
Tiga kali dia datang-memeluk, menatap, dan menggenggamku seolah dunia tak pernah berubah.
Padahal dia sudah menikah. Bukan denganku.
Dulu, kami pernah membuat janji:
"Kalau umur kita 28, nikah yuk."
Dan dia bilang, iya.
Tapi takdir tidak pernah peduli pada janji manis yang diucapkan dalam senja yang tenang.
Kini yang tersisa hanya tanya-tentang rasa yang belum selesai,
dan tentang mimpi yang justru terasa lebih nyata dari kehidupan itu sendiri.
Ini bukan cerita cinta biasa.
Ini tentang perasaan yang tak sempat jadi kenyataan...
tapi juga tak pernah benar-benar pergi.