Dialogvira
Sejahat-jahatnya Bayu yang meninggalkannya, zahra merasa dirinya jauh lebih jahat karena memaksa hatinya untuk terus menutupi bahwa selama ini dia menunggu bayu kembali.
"Zahra kamu dengarin aku kan ?" tanya Gita karena aku tidak berucap apapun, mataku meneteskan air tapi pandanganku terus menatap poto yang masih ku genggam.
"Iya aku dengar git" jawabku.
"aku tau ini pasti sakit banget kan. Tapi aku harus kasih kabar ini ke kamu ra, biar kamu gak terus-terusan mikirin bayu dan berharap kalau Bayu akan balik ke kamu"
"Git, kenapa harus sekarang" aku menghela napas, mengapa harus di hari ulang tahunku. Setelah menutup telpon dari Gita, aku menyimpan semua poto itu kembali ke dalam kotak abu-abu.
Benar yang dikatakan Gita, selama ini aku mencoba menikam habis perasaan ku pada Bayu tapi tidak pernah bisa. Semakin aku berusaha keras melupakannya, maka akan ssmakin besar perasaankhu padanya. Aku membohongi diriku sendiri, aku sudah baik-baik saja tapi nyatanya dari dalam hatiku. Aku masih berharap Bayu akan kembali, dengan banyak cerita baru yang sudah dia siapkan untuk diceritakan kepadaku.
Setelah apa yang dilakukan Bayu padaku, hatiku masih terus berharap bahwa dia akan kembali. Menjelaskan semua yang aku kira adalah kesalahpahaman saja, tapi ternyata itulah kenyataannya. Semenjak hari dimana Bayu meninggalkanku dengan semua kenangan, itulah hari yang nyata.
"Semua sudah di rancang oleh Yang Maha Kuasa, semua hal indah pasti sudah tersusun untuk kamu. Aku ada disini untuk kamu, jadi jangan merasa sendirian ya ra" ucap dokter ikke saat aku berkunjung ke kliniknya satu hari setelah hari ulang tahunku.
Jangan merasa sendirian,
Aku ada disini,
Bukankah bayu pernah mengatakan ini juga, tapi akhirnya dia pergi meninggalkanku.