Historias de Pengembara

Buscar por etiqueta:
pengembara
pengembara

4 Historias

  • BEJO88 SI PENGEMBARA por erpeeee
    erpeeee
    • WpView
      LECTURAS 4
    • WpPart
      Partes 1
    Bejo88 si pengembara-begitulah orang-orang mulai memanggilnya. Bukan tanpa alasan, karena ia jarang sekali terlihat diam di satu tempat dalam waktu lama. Hatinya selalu gelisah, bukan karena masalah, tapi karena rasa ingin tahu yang tak pernah habis. Dunia baginya terlalu luas untuk hanya dipandang dari satu sudut saja. Setiap perjalanan yang ia lakukan selalu punya cerita. Ia pernah berdiri di tengah panasnya gurun di Mesir, menatap megahnya Piramida Giza dan merasakan betapa kecil dirinya dibanding sejarah. Ia juga pernah menyusuri lebatnya Hutan Amazon di Brasil, belajar bahwa alam bukan untuk ditaklukkan, tapi dihormati. Namun menjadi pengembara bukan berarti hidupnya selalu mudah. Ada malam-malam di mana ia harus tidur di tempat asing, mendengar suara yang tidak dikenalnya. Ada hari-hari di mana ia merasa lelah dan hampir menyerah. Tapi setiap kali itu terjadi, ia selalu ingat alasan awalnya berjalan: untuk melihat, belajar, dan memahami. Yang membuat Bejo88 berbeda adalah cara ia memaknai perjalanan. Ia tidak mencari kemewahan atau popularitas. Ia justru menikmati hal-hal sederhana-berbicara dengan orang baru, mencicipi makanan lokal, atau sekadar duduk diam melihat matahari terbenam di tempat yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Di setiap tempat, ia selalu membawa pulang sesuatu yang tak terlihat: pengalaman, pelajaran, dan cara pandang baru. Ia menjadi lebih sabar, lebih terbuka, dan lebih menghargai perbedaan. Orang-orang yang bertemu dengannya sering merasa seperti mendengar cerita dari dunia lain, padahal semua itu nyata. Suatu hari, seseorang bertanya, "Sampai kapan kamu akan terus mengembara, Bejo88?" Ia tersenyum, lalu menjawab pelan, "Sampai rasa penasaran ini habis... dan sepertinya, itu tidak akan pernah terjadi." Dan begitulah, Bejo88 si pengembara terus melangkah. Bukan untuk lari dari sesuatu, tapi untuk mendekati pemahaman-tentang dunia, tentang manusia, dan tentang dirinya sendiri.
  • Perjumpaan por ChitraS7
    ChitraS7
    • WpView
      LECTURAS 16
    • WpPart
      Partes 1
  • Dissapear por SuryaWijanarko
    SuryaWijanarko
    • WpView
      LECTURAS 16
    • WpPart
      Partes 1
    Terkadang kita perlu menjauh untuk mencerna hikmah
  • pengembara Dibalik Takdir Putih por FatahAkbar
    FatahAkbar
    • WpView
      LECTURAS 15
    • WpPart
      Partes 1
    Seorang pengembara berjalan melintasi padang rumput dengan mata tertuju pada sebuah peta. Ya, ia adalah Rigel. pemuda berambut hitam tersisir kearah kanan, kelopak mata berwarna cokelat, membawa tas besar dan syal biru yang selalu dikenakan setiap hari. Bahkan menjadi kesukaanya. Karena rasa penasaran pada sebuah takdir putih yang membelenggu, ia rela menempuh perjalanan jauh untuk melepasnya. Sepanjang pengembaraan, Rigel sudah melewati banyak rintangan. Mulai dari menghancurkan istana penyihir Tozka, memasuki lembah naga, serta melewati portal waktu yang diapit oleh gerbang pintu Alpha dan Beta. Tinggal satu langkah bagi Rigel untuk mencapai tujuannya. Reruntuhan Datu. Tempat yang dikawal oleh elang pemburu dan dewa Shura. Namun, sebelum Rigel menuju ke sana ia sudah mendapat ramalan dari sang naga bahwa "Seseorang yang membunuh penyihir Tozka, akan mendapat kekuatan untuk menyegel dewa." ujar naga. Hal itu membuat Rigel lebih yakin dalam pertarungan yang akan dihadapinya. Sesampai di Reruntuhan Datu, Rigel bertemu dengan musuh yang sudah menanti. Mereka bertarung. Kehancuran dan bencana pun terjadi. Rigel mengeluarkan seluruh kekuatan untuk menghabisi dewa Shura beserta elang pemburu. Mereka imbang. Akhirnya, Rigel memutuskan untuk mengeluarkan segel penghancur. Kekuatannya dahsyat. Menghancurkan segalanya. Elang pemburu dan dewa Shura musnah terkena segel penghancur. Takdir terlepas.