moymo_wp
Di tanah yang dipaksa tunduk oleh bendera asing, cinta menjadi kesalahan yang tak pernah diberi ruang untuk tumbuh.
Cornelis van Houten, seorang prajurit Belanda, hidup di antara perintah dan nurani. Ia dilatih untuk patuh, bukan untuk merasa. Namun di sebuah pasar kecil-di antara semangkuk pecel dan debu jalan kolonial-matanya bertemu dengan Rarasati, perempuan pribumi berusia delapan belas tahun yang berdiri tegak di tengah ketidakadilan.
Rarasati tidak meminta belas kasihan.
Ia hanya menolak diam.
Ketika tanam paksa, kerja rodi, dan hukuman dijatuhkan sebagai alat kekuasaan, kedekatan mereka menjadi bahaya. Bukan hanya bagi cinta, tetapi bagi hidup itu sendiri. Di bawah bayang-bayang penjajahan, setiap perasaan harus disembunyikan, setiap keberanian dibayar mahal.
Ini bukan kisah tentang cinta yang menang.
Ini kisah tentang cinta yang bertahan
di tanah yang tak pernah adil pada siapa pun.
Tentang pilihan-
dan harga yang harus dibayar ketika seseorang memilih untuk tetap menjadi manusia.