nyissss
Karena dianggap "membawa sial bagi suami", Tao An terlambat menikah. Tepat saat ia mengira akan mati dalam kesedihan di tengah cemoohan orang-orang serta pukulan dan makian dari kakak laki-laki dan kakak ipar perempuannya, ayahnya mencarikannya seorang pria yang tinggi dan berwajah dingin.
Lu Xiucheng direkrut secara paksa sebagai prajurit pada usia enam belas tahun. Ia menghabiskan tujuh tahun di kamp militer, mengalami sembilan maut dan satu kehidupan, akhirnya menunggu perang berhenti dan bisa pulang. Dalam perjalanan pulang, ia digigit serangga berbisa dan pingsan di pegunungan dalam, diselamatkan oleh seorang pria tua. Ia awalnya ingin membalas budi dengan perak, namun pria tua itu tidak mau menerima uang, melainkan hanya memintanya menikahi ge'er di keluarganya. Karena rasa hutang budi, Lu Xiucheng membawa Tao An pulang bersamanya.
Sifat Lu Xiucheng memang dingin, ditambah lagi ia telah berlumuran darah di medan perang yang kejam selama tujuh tahun, hatinya telah ditempa sekeras dan sedingin besi. Tao An tahu pria itu tidak menikahinya dengan sukarela. Setelah ikut pulang, ia bahkan tidak berani berbicara, bekerja keras dengan gemetar dan penuh kewaspadaan.
Menghadapi ge'er yang penakut dan lemah, yang bahkan tidak berani menatapnya, Lu Xiucheng hanya bisa mengerutkan kening. Namun untungnya ge'er itu tidak cerewet, rajin, dan tidak mencari masalah. Terlebih lagi, pria itu tidak mengeluh meski Lu Xiucheng sangat miskin hingga hanya memiliki beberapa puluh keping tembaga. Jadi, mari kita hidup bersama dengan baik. Namun, seiring berjalannya waktu bersama ge'er itu, hatinya semakin gelisah. Hanya sebentar tidak melihat ge'er itu, ia sudah merasa gelisah dan cemas. Melihat ge'er yang penurut itu, ia selalu ingin memeluknya erat dan memperlakukannya dengan penuh gairah...
Saat baru menikah, selain beberapa puluh keping tembaga, mereka tidak memiliki apa-apa. Tidak punya rumah untuk ditinggali? Maka bangunlah dulu sebuah rumah bambu yang tidak butuh uang.