piscesinserenity
The Spotlight Kills.
Bagi dunia, Hazel Eloise Adams adalah cahaya. Suaranya adalah keajaiban, wajahnya adalah impian, dan hidupnya adalah kesempurnaan yang dipuja jutaan orang. Namun di balik riuh tepuk tangan, ada bisikan kematian yang mengikuti setiap langkahnya.
Satu mawar hitam di meja rias.
Satu pesan suara berisi detak jantung.
Dan satu peluru perak dengan namanya terukir di sana.
Hazel tidak lagi menyanyi untuk cinta. Ia menyanyi untuk bertahan hidup.
Lalu datanglah Maverick Evans. Pria dengan mata sedingin es dan masa lalu yang lebih gelap dari malam mana pun di medan perang. Sebagai mantan komandan Team Alpha, Maverick tidak peduli pada tangga lagu Billboard atau gaun mahal Hazel. Baginya, Hazel hanyalah sebuah target yang harus ia amankan.
"Tugas saya adalah memastikan kau tetap bernapas, Hazel. Bukan untuk mengagumi suaramu."
Maverick adalah tembok. Ia keras, tak tersentuh, dan tanpa celah. Namun, saat teror mulai mendekat dan rahasia besar di balik ancaman itu mulai terkuak, Maverick menyadari bahwa melindungi Hazel bukan sekadar soal peluru dan strategi. Ini soal melindungi satu-satunya cahaya yang tersisa di dunianya yang gelap.
Di antara melodi yang indah dan dentuman senjata, mampukah mereka bertahan sebelum nada terakhir berhenti berbunyi?