Psychologyromance Stories

Refine by tag:
psychologyromance
psychologyromance

3 Stories

  • retak. by miemell
    miemell
    • WpView
      Reads 3
    • WpPart
      Parts 2
    Jagat Narendra tidak pernah benar-benar tau arti dari kehilangan, karena baginya segala sesuatu yang beranjak pergi dari dirinya tidak perlu diratapi apa lagi sampai repot-repot ditangisi. Jika memang sudah takdirnya untuk diakhiri, cukup dimaklumi, lalu dikubur dalam sunyi sampai segala remuknya tampak seperti kisah yang memang semestinya selesai tanpa kata tapi. Maka dari itu ia terbiasa lakoni hidupnya dengan cara yang paling ia kuasai, dengan menenggelamkan diri dalam pekerjaan tanpa henti sampai tak ada lagi ruang untuk merasa pedih oleh memori yang enggan ia ingat kembali, sambil ditemani orang baru yang setia menunggu berharap bisa bantu buat dunianya terasa cukup dan utuh, meski hatinya selalu gagal untuk merasa penuh dihantui bayang-bayang yang mati-matian ia bunuh. Pikirnya selama hurufnya tidak disebut di mulut, perih itu perlahan akan surut, selama ada distraksi baru yang lalu lambat laun kenangannya akan runtuh, sayangnya dia tidak tau, bahwa luka yang dipaksa bungkam terus menerus mustahil untuk berangsur sembuh. Sampai sebuah kejadian tak disangka memaksanya Kembali berhadapan dengan apa yang dulu gagal ia jaga dengan sungguh, Di sana, batas antara rindu dan sesal, ingatan dengan kenyataan terasa kabur sampai kehilangan bentuk, Membuat Jagat sadar, bahwa kenangan yang ia tinggalkan tak pernah benar-benar pergi, dan tak semua yang ia genggam sungguh-sungguh ia cintai.
  • The Space Between Resets by Kristopurr
    Kristopurr
    • WpView
      Reads 21
    • WpPart
      Parts 5
    Caelum doesn't talk about the resets. He's learned not to. Time folds in on itself sometimes. Conversations repeat. Minutes disappear. The world adjusts and keeps moving like nothing happened. No one notices. No one remembers. Except him. So he keeps things controlled. Predictable. He avoids attachment - not because he's incapable of it, but because he can't trust reality to hold steady long enough to survive it. Then there's Will. Steady. Observant. The kind of person who doesn't flinch when things don't make sense. He listens. He stays. And slowly, against every instinct Caelum has built to protect himself, he lets him closer. That's when the resets start happening at the wrong times. Not during danger. Not during conflict. During closeness. A hand at his wrist. A breath too near. A moment about to shift into something irreversible - and then it's gone. Leaving Caelum with a question he can't outrun: Are the resets random... or are they reacting to him? The Space Between Resets is where psychological fantasy thriller meets romance - a quiet epitome of memory, intimacy, and what it costs to reach for someone in a world that refuses to stay still.
  • Veil of Valor by dmtells
    dmtells
    • WpView
      Reads 82
    • WpPart
      Parts 12
    Sa St. Aurelia University, hindi lang honor at prestige ang umiikot-kundi sikreto, power, at mga mukha na hindi dapat pinagkakatiwalaan. Dionne Veil Valor, psychology student na may mata para sa mga mali kahit tahimik lang siya. Sanay siyang mag-observe, hindi mag-trust. Pero nang biglang mabuksan ang lumang kaso tungkol sa kaklase nilang misteryosong nawala, natutunan niyang may mga sikreto sa campus na mas mabigat pa kaysa sa grades at reputasyon. Doon niya nakilala si Axiel Bizz Damian-cold, intimidating, walking red flag ng campus. Dangerous. Manipulative. Pero sa bawat paglapit niya kay Dionne, may mga pader na unti-unting nababasag. At sa bawat titig, may tanong: Bakit parang may alam siya sa pagkawala ng studyante? At si Grone Hulo, childhood bestfriend ni Dionne. Tahimik, loyal, always there. Pero minsan... ang pinaka-mabait na tao, may tinatagong pinakamasakit na katotohanan. Habang mas lumalalim sa misteryo, hindi lang puso at isipan ni Dionne ang malalagay sa panganib-kundi pati pangalan niyang pinagpapantayan ng mga mata sa campus. Sa mundong puno ng lies, manipulation, at secrets... Sino ang mwawala? Sino ang masisira? At sino ang mas pipiliin niyang pagkatiwalaan- ang red flag na nagiging green... o ang green flag na baka may itinatago? Love can heal. Love can destroy. And trust... is the sharpest weapon of all.