MawarMawar259
Puisi ini menggambarkan perjalanan batin seorang pengembara di Roma, kota abadi yang penuh sejarah dan keindahan. Setiap langkahnya di jalanan berbatu, setiap hirupan kopi di kafe kecil, dan setiap tatapan pada bangunan berusia ribuan tahun membawa refleksi mendalam tentang kehidupan, waktu, dan makna keberadaan.
Melalui suasana Roma yang magis-gemuruh air mancur, cahaya keemasan senja di Gianicolo, dan bisikan doa di Basilika Santo Petrus-puisi ini mengajak pembaca merasakan bagaimana kota ini bukan hanya sekadar tempat, tetapi juga sebuah kisah yang hidup, mengubah dan meresap dalam jiwa siapa pun yang menapakinya.