Rahmatmhd
Fin lahir dari keluarga mapan: segalanya tersedia, jalannya sudah dihamparkan rapi. Ia anak yang diharapkan tumbuh menjadi bintang cerdas, berhasil, mengharumkan nama keluarga. Tapi di balik itu, Fin menyimpan gelisah: untuk siapa semua ini? Untuk apa?
Di sekolah elit, Fin mendengar ayat-ayat suci, tapi tak menemukan cinta yang menyembuhkan. Di rumah, ia belajar kesuksesan, tapi tak menemukan keberanian untuk gagal. Di dunia yang sibuk mencatat prestasi, ia hanya ingin bertanya: bagaimana rasanya hidup sebagai diri sendiri?
Pertemuannya dengan Petapa, sosok misterius yang melintas seperti angin di hidupnya, mengubah segalanya. Mereka bicara tentang agama yang kehilangan wajah kasih, tentang bumi yang tergerus rakus, tentang perempuan-perempuan yang hanya jadi angka di laporan sosial. Di sanalah Fin belajar bahwa cinta tak harus berlabel. Bahwa iman bukan berarti memenjarakan. Bahwa memberi bukan soal hitungan pahala.
"Sabda Cinta Semesta" adalah novel tentang keberanian keluar dari jalur yang disiapkan, tentang merengkuh luka dunia sebagai luka diri, dan tentang belajar mencintai tidak karena diajarkan, tapi karena akhirnya kita memilih untuk itu.
Karena, seperti yang Petapa katakan pada Fin:
"Tuhan tak pernah memintamu menjadi sempurna, Ra. Dia hanya menanamkan cinta, dan menunggu kau membiarkannya tumbuh."