petruschanel29
Namaku Erna.
Setidaknya itulah nama yang kini kupanggil sebagai diriku sendiri. Sebab di suatu masa yang samar, sebelum hidup berubah menjadi lorong panjang penuh tanda tanya, aku pernah memiliki nama lain, kehidupan lain, bahkan mungkin takdir yang lain pula. Namun waktu dan keadaan telah mengubur semuanya begitu dalam, menyisakan serpihan-serpihan kenangan yang hanya sesekali muncul seperti bayangan di permukaan air yang tenang.
Kini aku berdiri di ambang pertunangan dengan pria yang telah lama kucintai. Sebuah akhir yang seharusnya indah bagi perjalanan panjang kami. Namun entah sejak kapan, di balik janji yang semakin dekat untuk diucapkan, tumbuh kesunyian yang tak mampu lagi kusembunyikan. Aku masih menggenggam tangannya, tetapi perlahan kehilangan kehangatan yang dahulu membuatku yakin bahwa dialah rumah yang selama ini kucari.
Lalu muncul orang lain. Seperti angin yang datang tanpa permisi, mengacaukan ketenangan yang susah payah kujaga. Ia membawa tawa ke hari-hari yang mulai kehilangan warna, menghadirkan cahaya kecil di sudut-sudut hati yang selama ini dibiarkan gelap. Ia bukan seseorang yang pernah kutunggu. Bahkan bukan seseorang yang seharusnya memiliki tempat dalam hidupku.
Namun hidup sering kali menulis kisahnya sendiri tanpa meminta persetujuan siapa pun. Dan ketika retakan demi retakan mulai muncul dalam hubunganku, rahasia masa lalu keluargaku justru perlahan bangkit dari kuburnya, aku mendapati hatiku bergerak ke arah yang tak pernah kurencanakan. Seperti perahu yang diam-diam terseret arus ketika pemiliknya masih percaya bahwa ia sedang berlabuh.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku tidak hanya mencari jawaban tentang siapa diriku sebenarnya. Sembari menghadapi pertanyaan yang jauh lebih menakutkan. Siapa yang harus kuperjuangkan, dan siapa yang harus kulepaskan dalam kisah cintaku?