AgungSupriadi
"Di dunia jurnalistik yang mengejar waktu, apakah perasaan bisa menunggu hingga tenggat berakhir?"
Danang (32) adalah Pemimpin Redaksi berita online yang dikenal dingin, perfeksionis, dan anti-kompromi. Baginya, berita harus lugas, tepercaya, dan bebas dari sensasi murahan. Tidak ada ruang untuk kesalahan, apalagi perihal perasaan di dalam newsroom.
Hingga hadir Arka (26), seorang editor muda berbakat dengan idealisme tinggi. Arka tak pernah ragu berargumen demi mempertahankan substansi tulisannya-bahkan jika harus berhadapan langsung dengan Pemred-nya sendiri.
Di antara deretan tenggat waktu yang tak pernah berhenti, layar monitor yang menyala hingga larut malam, dan cangkir-cangkir kopi dingin, gesekan profesional di antara mereka perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tak terelakkan.
Namun, ketika sebuah kasus besar menguji integritas redaksi dan rumor tentang hubungan mereka mulai memanas di balik dinding kantor, Danang dan Arka dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan prinsip, karier yang mereka bangun, atau perasaan yang bertaut di satu garis redaksi?