nikekoes
"Sudah ku bilang, aku gak bisa sendirian. Temani aku, zal!"
"Tugasku bin, buat besok banget loh ini"
"Lalu? kau membiarkan ku sendirian? Jangan sampai aku marah padamu sampai tiga hari lamanya"
"Ehhh.. baiklah, aku temani. Tapi setelah itu kau garap tugasku. Deal?"
"Hahaha bercanda? Aku gak bisa gambar sama sekali!"
"Yasudah, kau mainkan musik untuk ku nanti malam"
"Nah, oke deal!"
Bina memang sudah berikrar ingin selalu ditemani oleh siapapun yang ia kenal dan percayai. Dia juga akan melakukan apapun yang diminta oleh partnernya tapi sesuai kemampuannya. Egois ya? Itulah Mabina Kacey.
Rizal memang mengagumi Mabina. Ia jatuh hati saat Bina memainkan alat musik disebuah Caffe langganannya mengerjakan tugas. Mereka dipertemukan dengan bantuan Beni, si pemilik Caffe.
Kala itu, Mabina mendapatkan tugas tentang seni menggambar sketsa. Lalu ia pun meminta Beni teman satu komunitas musik, untuk membantunya. Sedangkan Beni hanya bisa musik dan berbisnis. Maka Beni tak menyanggupinya. Datanglah Rizal Herianto, Beni mengenalnya karena ia pun jago musik tapi tak ikut bergabung dalam komunitas. Dari sinilah, pertemuan awal Mabina dan Rizal. Rizal akhirnya membantu membuatkan sketsa yang diminta Mabina.