LisaLhysa
Kadang cinta tidak datang seperti badai yang mengguncang dunia dalam satu malam. Ia datang pelan, seperti hujan pertama di musim gugur yang jatuh tanpa suara, meresap perlahan ke dalam tanah yang lama kering, lalu tanpa disadari memenuhi seluruh ruang hati yang sebelumnya terbiasa sepi.
Calla Muren tidak pernah berniat tinggal lama di Graha Delvaine. Baginya, rumah tua di ujung Velderhain itu hanyalah tempat bekerja. tempat yang sunyi, dingin, dan terlalu penuh jarak untuk disebut rumah. Namun sejak hari pertama, ada sesuatu tentang Ardian Delvaine yang sulit ia pahami: seorang lelaki yang hidup dengan keteraturan berlebihan, berbicara seperlunya, dan menyimpan kesedihan sedalam ruang-ruang gelap di dalam graha itu sendiri.
Di antara langkah-langkah yang nyaris tak bersuara, teh yang selalu hangat di pagi hari, hujan-hujan musim gugur, dan percakapan pendek yang terasa lebih berarti dari seharusnya, Calla perlahan menyadari bahwa beberapa orang tidak terlihat kesepian karena mereka sudah terlalu lama hidup berdampingan dengannya.
Tapi setiap hati memiliki rahasia. Dan Graha Delvaine menyimpan terlalu banyak hal yang tidak pernah benar-benar selesai.
Ketika kedekatan mulai tumbuh, Calla harus memahami satu hal: mencintai seseorang seperti Ardian Delvaine berarti bersiap memasuki dunia yang penuh diam, luka lama, dan perasaan-perasaan yang tak pernah diajarkan cara mengungkapkannya.
Karena tidak semua cinta dimulai dengan keberanian. Kadang, ia dimulai dari dua orang yang hanya..... perlahan terbiasa saling ada.