aldeneverhart19
Di ruang tunggu rumah sakit yang selalu diselimuti aroma antiseptik dan keputusasaan, dua jiwa yang bertolak belakang dipertemukan oleh insiden kecil yang tak terduga. **Wangyi**, seorang perempuan maskulin dengan tembok pertahanan yang tinggi dan dingin, hidup dalam keterasingan akibat trauma masa lalu. Di sisi lain, **Zhou Shiyu**, sosok perempuan feminin yang bising, ceria, dan selalu mencoba menutupi kerapuhannya dengan tawa.
Saat keduanya menerima vonis medis bahwa usia mereka tak lagi panjang, kehidupan mereka yang semula berjalan di jalur yang berbeda, tiba-tiba bertabrakan. Shiyu, dengan keberanian yang nekat, melontarkan sebuah ajakan yang mengubah segalanya: sebuah kesepakatan untuk menghabiskan sisa waktu yang sempit itu bersama-sama.
Dari sekadar "teman menunggu ajal", hubungan mereka berkembang menjadi perjalanan emosional yang intens dan puitis. Wangyi yang kaku mulai belajar untuk melepas topengnya, sementara Shiyu menemukan perlindungan dalam dekapan Wangyi yang tenang namun penuh luka. Di balik setiap tawa dan momen komedi di perpustakaan atau kedai ramen, terselip ketakutan yang dalam akan perpisahan yang tak terelakkan.
Namun, cinta di ambang batas waktu bukanlah hal yang mudah. Ketika penyakit mulai menggerogoti tubuh dan emosi mereka yang sama-sama rapuh seringkali beradu, mereka dipaksa menghadapi realitas pahit: bagaimana mencintai seseorang yang bisa menghilang kapan saja?