ndaprila
Dari meja nomor tiga di sebuah warung pojok yang bernama Wedang Saji, kisah ini dimulai-ketika kepulan uap dari cangkir tanah liat mempertemukan Sabiru, seorang lelaki dengan begitu banyak rahasia dan luka pengasingan masa lalu.
Hiraya, seorang penulis dari ibu kota yang juga menggenggam banyak rahasia di tangannya. Aliansi rasa yang semula tenang di antara untaian kata dan seduhan teh, seketika berubah menjadi badai konfrontasi saat garis takdir memaksa Biru menyeret kembali langkahnya untuk menentang sang prabu.