Historias de Sajakliar

Buscar por etiqueta:
sajakliar
WpAddsajak
sajakliar
WpAddsajak

16 Stories

  • Kumpulan suara yang tak tersampaikan por hanurf
    hanurf
    • WpView
      LECTURAS 42
    • WpPart
      Partes 7
    Serpihan yang sering terlupa
  • Ketika kata "Cinta" sudah tak bisa dipandang sebelah mata por ferdyjulianto
    ferdyjulianto
    • WpView
      LECTURAS 10
    • WpPart
      Partes 1
    Sebuah Literasi bagaimana cinta dan dusta memang benar-benar nyata .
  • AREA PUISIKU por adolfernstworld
    adolfernstworld
    • WpView
      LECTURAS 10
    • WpPart
      Partes 1
    Song Lyric
  • Sampul por martinigray
    martinigray
    • WpView
      LECTURAS 101
    • WpPart
      Partes 2
    Depan, Pembuka, Awalan, Appetizer Ringan, Santapan Awal.
  • Rpluviophile por Rpluviophile
    Rpluviophile
    • WpView
      LECTURAS 190
    • WpPart
      Partes 12
    selamat menyelam tanpa tenggelam dan bermain hujan tanpa basah
  • RUMIT [SUDAH DITERBITKAN] ✅ por Shinta_Ci
    Shinta_Ci
    • WpView
      LECTURAS 455
    • WpPart
      Partes 5
    Salah satu cara termudah untuk menciptakan 'sihir' adalah melalui sajak liar. Jadi, ini adalah beberapa 'sihir' yang aku ciptakan.. __ © Copyright by Shinta Ci
  • BUMIKU MENUA, BUMIKU BURUK RUPA por HabibHidayatullah
    HabibHidayatullah
    • WpView
      LECTURAS 70
    • WpPart
      Partes 1
    -Prosa- Kini siang cerahku berubah mendung Rintik hujan gerimis pun tak lagi terbendung. Akar pohon jati tak lagi tertancap di poros bumi. Jutaan pohon tua kau tebang, hanya untuk dijadikan kertas. Lalu, apa guna kertas itu? Mendeklarasikan "save earth" dalam bentuk tulisan agar kau terlihat peduli dengan bumi? . Kau bodoh! Berisikmu tak akan didengar. Sudahlah, sudah terlalu banyak pencitraan, bahkan (aku)pun sedang men-citra, karna marina sedang sibuk, masa iya harus ditemani om-boy? Lebih baik sendiri dikamar bermasturbasi hingga dunia normal kembali. . . . . Habib Hidayatullah Bandung, 4 November 2016 1:20 PM
  • SUMPEK por Balyaibnu_
    Balyaibnu_
    • WpView
      LECTURAS 4
    • WpPart
      Partes 1
    Terhenti sejenak di ruang waktu Merasa dunia hanya sebatas siku Tak mengerti dengan sekitar Dimana aku. Disini bukanlah aku Tatap kaca tak lagi sama Beratap kayu tak jauh beda Sebatas ini kah ruang waktu Hidup dan mati.
  • Tidur  por mr_by420
    mr_by420
    • WpView
      LECTURAS 9
    • WpPart
      Partes 1
    Dimatangkan hari
  • KUPU-KUPU NISTA YANG TELAH RENTA por HabibHidayatullah
    HabibHidayatullah
    • WpView
      LECTURAS 295
    • WpPart
      Partes 1
    -Prosa- Lihat kemari, aku adalah seekor kupu-kupu. Terlahir cantik dengan sayapku. Sayap yang seharusnya kujaga dengan baik, terkoyak rusak terluluhlantak. Ini adalah tempatku menopang hidup, tersemhunyi dibalik jejeran bilik bercahaya remang disudut kota yang padat. Aku tak bisa lepas dari belenggu nista, rantai perbudakan tuan-ku terlalu kuat mengikat Bukan hanya aku, pun puluhan wanita dibalik bilik itu Setiap malam gelap berubah menjadi lapak aurat. . Aku terjerat! Aku terjerat dalam sangkar yang kubangun sendiri. puluhan pejantan aku layani hanya untuk memuaskan haus birahinya setiap malam. Mereka kusebut bajingan. . Masa lalu-ku terlalu kelam, hanya beberapa lembaran kertas yang biasa disebut uang yang kudapat dari riaknya gelak tawa kepuasan dibalik dinginnya jejeran bilik bercahaya remang. Setiap malam berpakaian tipis walau teriris tangis, hidupku tergantungkan pada batang penis. . . . Jauh dari tempat ini, gadis cantik beranjak dewasa, ia anakku. Terlahir dari hasil perkawinanku dengan bajingan. Entah bajingan yang mana, aku tak tahu. Anakku tumbuh dewasa ditanganku, tak pernah tau kasih sayang seorang yang seharusnya ia panggil ayah. . Kini tubuh ini terbaring lemah, bahkan tak lagi menarik untuk dilirik. Dan tuan-ku tak lagi memperkerja paksakan-ku, layak karet tipis bekas pembungkus penis, terbuang tak lagi dipakai. . . . Hingga suatu saat anakku bertanya; "mana ayahku bu, temanku bertanya, aku anak siapa?" Sambil mengusap air mata dan mengelus rambut anak gadisku, lalu kujawab; "Kau anak kupu kupu nista yang sudah renta, nak. Hanya itu" . . . . Habib Hidayatullah Bandung, 2 November 2016 2:34 AM
  • Tidak Terbatas por Rosainde
    Rosainde
    • WpView
      LECTURAS 458
    • WpPart
      Partes 11
    Berisi kumpulan puisi, uneg-uneg, celotehan, sindiran, ungkapan kekecewaan, wujud berontak, tuntutan, dan lain-lain. Dipublikasikan secara acak. Melarang keras segala bentuk plagiarisme. Kritik dan saran yang membangun selalu dinantikan, Enjoy and like this.
  • Kopi por JuangBhaktiHastyadi
    JuangBhaktiHastyadi
    • WpView
      LECTURAS 26
    • WpPart
      Partes 1
    Seduhan dendam yang pahit
  • After You've Gone por yasalsaa
    yasalsaa
    • WpView
      LECTURAS 105
    • WpPart
      Partes 6
    Aku suka senja, suka hujan, suka Kamu
  • Barisan Sajak por evolusirasa
    evolusirasa
    • WpView
      LECTURAS 646
    • WpPart
      Partes 18
    Alasan menulis itu sederhana saja karena menulis adalah wadah untuk menuangkan apa yang sedang kita rasakan, kita alami untuk diambil beberapa makna yang kemudian akan dikenang kembali bahwasanya kita pernah ada disana sebelum memilih untuk ada dijalan ini :) Semangat menulis, semangat berimajinasi, jangan takut dibilang norak, takutlah hanya kepada Allah saja dan takutlah untuk menjadi pengecut tanpa berani mengambil langkah. Cmiiww^^
  • Perihal Asmara por AllisyaPutriKusuma
    AllisyaPutriKusuma
    • WpView
      LECTURAS 35
    • WpPart
      Partes 1
    Deazurra Loucke