inaniaaaa
Nara tidak pernah menyangka kalau seseorang yang awalnya hanya teman sekelas bisa menjadi bagian paling sulit untuk dilupakan.
Raka adalah laki-laki yang terlalu banyak bicara, terlalu suka mengganggu, dan terlalu sering mencari alasan untuk berada di dekat Nara.
Awalnya Nara menganggap semua itu biasa.
Sampai ia mulai menyadari bahwa Raka selalu mengingat hal-hal kecil tentang dirinya.
Tentang makanan yang ia suka.
Tentang kebiasaannya.
Tentang caranya diam ketika sedang kesal.
Tapi ada satu hal yang membuat Nara memilih untuk tidak berharap terlalu jauh.
Raka sudah memiliki seseorang.
Nara tidak ingin menjadi pilihan kedua.
Tidak ingin menjadi tempat singgah.
Dan tidak ingin menunggu seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar memilihnya.
Namun ketika masa kuliah mereka hampir berakhir, seseorang lain mulai mendekati Nara.
Seseorang yang diam-diam ternyata sudah lama menyukainya.
Dan untuk pertama kalinya, Raka mulai menunjukkan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia katakan.
Ia mulai mencari Nara lebih sering.
Duduk lebih dekat.
Mencari alasan untuk menyentuh bahunya.
Bahkan mulai terusik ketika ada laki-laki lain di sekitar Nara.
Tapi terlambat.
Karena waktu mereka hampir habis.
Mungkin mereka memang pernah saling menyukai.
Mungkin juga tidak.
Yang jelas, ada perasaan yang tidak pernah sempat diberi nama.
Karena terkadang...
**dua orang bukan tidak punya cerita.**
**Mereka hanya bertemu di waktu yang salah.**