Sastraindonesia Histoires

Affiner par mot-clé :
sastraindonesia
WpAddpuisi
WpAddsastra
WpAddkumpulanpuisi
WpAddpoetry
sastraindonesia
WpAddpuisi
WpAddsastra
WpAddkumpulanpuisi
WpAddpoetry

43 Histoires

  • SEBAIT CINTA DAN HARAPAN par ikhsanabbas_
    ikhsanabbas_
    • WpView
      LECTURES 29
    • WpPart
      Chapitres 50
    Ada Cinta yang tak Pandai diucapkan, tetapi mampu hidup dalam Bait-bait Puisi. Sebait Cinta dan Harapan adalah Kumpulan 50 Puisi yang Lahir dari Perjalanan Hidup Seorang Manusia Biasa, Seorang Suami yang Mencintai Istrinya, Seorang Abah yang Menyimpan Harapan untuk Putranya, Seorang Anak yang Diam-diam Sangat Menyayangi Emaknya, serta Seorang Rakyat yang Merindukan Negeri yang Lebih Adil. Setiap Puisi ditulis dengan Kejujuran, Doa, Kegelisahan, dan Rasa Syukur. Tentang Keluarga yang menjadi Rumah, tentang Perjuangan mencari nafkah, tentang harapan kepada Allah, dan tentang Keyakinan bahwa Cinta selalu menemukan jalannya. Semoga Setiap Bait dalam buku ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah Mencintai, Kehilangan, Berharap, dan Berdoa. "Karena tidak semua perasaan harus diteriakkan. Sebagiannya cukup diabadikan menjadi Puisi." Ditulis oleh Ikhsan Abbas
  • Gerimis: Sebuah Kumpulan Cerita Pendek par SyamsulKurniawan_83
    SyamsulKurniawan_83
    • WpView
      LECTURES 118
    • WpPart
      Chapitres 19
    Ada ruang-ruang yang terlihat oleh mata. Ada pula ruang-ruang yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Buku ini menghimpun cerita-cerita pendek pilihan karya Syamsul Kurniawan, yang lahir dari perjumpaannya dengan berbagai ruang kehidupan. Ruang yang dimaksud bukan hanya bangunan, jalan, rumah, sekolah, atau kota, tetapi juga ruang kenangan, ruang kehilangan, ruang harapan, ruang perjumpaan, ruang kesepian, bahkan ruang yang diam-diam tumbuh di dalam diri manusia. Melalui kisah-kisah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Syamsul Kurniawan mengajak pembaca melihat kembali hal-hal yang sering luput diperhatikan. Sebuah halte tua, gerimis yang turun pelan, bangku kosong di sudut taman, rumah masa kecil yang terlupakan, percakapan yang tak pernah selesai, hingga perasaan-perasaan yang selama ini terkubur di sudut hati. Dengan bahasa yang komunikatif, puitis, dan mudah dipahami, setiap cerita mengalir seperti percakapan akrab yang hangat. Metafora-metafora sederhana dari kehidupan sehari-hari dihadirkan bukan sekadar sebagai hiasan, melainkan sebagai jembatan untuk memahami emosi, kehilangan, kerinduan, persahabatan, keluarga dan berbagai pertanyaan yang kerap menyertai perjalanan manusia. Di dalam kumpulan cerita ini, ruang bukan hanya latar tempat berlangsungnya peristiwa. Ruang adalah tokoh yang hidup. Ia menyimpan jejak, membentuk ingatan, memelihara harapan, dan kadang-kadang menjadi saksi paling setia atas hal-hal yang tidak pernah berhasil diucapkan manusia. Setiap cerita adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menatap lebih dalam kehidupan yang sedang dijalani, dan menemukan kembali makna pada hal-hal yang tampak biasa. Karena sering kali, yang paling mengubah hidup bukanlah peristiwa-peristiwa besar. Melainkan ruang-ruang kecil yang diam-diam membentuk siapa diri kita. Selamat membaca.
  • Monolog: Baskara par athxira
    athxira
    • WpView
      LECTURES 278
    • WpPart
      Chapitres 4
    (II) tertanda, Baskara Najandra. ©️ 2020.
  • Bunga Memori par Fatihgede
    Fatihgede
    • WpView
      LECTURES 103
    • WpPart
      Chapitres 8
    Perjalanan kehidupan seseorang yang pernah berharap dari masa lalunya. Semua harapan dan impian terwujud ketika masa depannya datang.
  • Keping Sebuah Kenangan par kukuhpnr
    kukuhpnr
    • WpView
      LECTURES 531
    • WpPart
      Chapitres 2
    "Pernah tahu nggak, kalau aku suka sama kamu?" Dia bertanya seperti itu tanpa menoleh kearahku. Matanya menatap lurus ke depan, pada trotoar yang lengang dan halte yang sepi. Tangannya masih menggenggam pergelangan tanganku. Kami berjalan bergandengan, atau lebih tepatnya, Calvin sedang menyeretku. Aku hanya bisa mengernyit kebingungan. Ingin bertanya maksudnya, sejak kapan, kenapa, atau apa sajalah yang bisa mewakili rasa heranku. Tapi yang kulakukan hanya menggeleng pelan, seraya menjawab, "enggak." "Yaudah. Yang penting sekarang udah tahu." "Cal, bentar." Aku menarik pergelangan tanganku, dan kembali berhenti melangkah. "Kamu lagi nyatain perasaan?" "Aku lagi ngasih tahu kamu, kalau aku suka kamu." "H-hah?" "Mau jadi pacarku?"
  • GEMURUH SEPI par GemuruhSepi
    GemuruhSepi
    • WpView
      LECTURES 304
    • WpPart
      Chapitres 11
    Altar untuk peristirahatan semua rasaku, memejamkan mata di atas cawan khusus sisa makna. Ketika semua hilang dan pergi, entah untuk merawat pahala atau berlindung dari dosa (semoga saja Tuhan tidak dikalahkan pamorNya oleh keduanya), kalimat-kalimat kutata hanya kepadaMu, semua hidup dan matiku. Tidak ada yang lebih tinggi dan akbar di altar ini selain diriMu. Tidak cinta, tidak agama , tidak neraka ataupun surga sekalipun. Tidak ada yang bisa ada tanpa ijinMu
  • ''setahun tanpa ayah'' par hidayatwetep
    hidayatwetep
    • WpView
      LECTURES 37
    • WpPart
      Chapitres 6
    "Ayah pergi di hari yang paling ia cintai. Jumat." Sejak ayah meninggal karena serangan jantung saat sujud di masjid, setiap hari Jumat menjadi mimpi buruk bagi sang anak. Rasa sesak, rindu, dan kehilangan menyelimuti hidupnya selama setahun penuh. Ia harus belajar hal-hal sederhana yang dulu selalu dilakukan ayah: menanak nasi, mengganti token listrik, hingga memperbaiki keran bocor. Tapi di hari tepat satu tahun kepergian ayah, ia menemukan sepucuk surat kecil di saku kemeja putih favorit ayah. Sebuah pesan yang ditulis di waktu mustajab hari Jumat, yang mengubah seluruh kesedihannya menjadi cahaya. "Jangan sedih terus. Ayah pergi di hari terbaik, di tempat terbaik. Itu lebih dari cukup." Sebuah cerpen mengharukan tentang kehilangan, doa yang tak pernah putus, dan belajar mencintai kembali hari yang paling menyakitkan.
  • Sastra par Elizabeth306112
    Elizabeth306112
    • WpView
      LECTURES 3
    • WpPart
      Chapitres 1
    Love
  • AIR MATA KOPI par GoLAGong
    GoLAGong
    • WpView
      LECTURES 217
    • WpPart
      Chapitres 4
    Kumpulan puisi "Air Mata Kopi" (Gramedia, 2014) yang mendokumentasikan politik ekonomi di Indonesia. Melalui nasib petani kopi, Gol A Gong menuliskan kegelisahannya. Selama 50 hari, mulai dari Sabang hingga Lampung, April - Juni 2013, Gol A Gong masuk ke gudang kopi, begadang di kedai-kedai kopi, mencatat semua yang dirasakan dan dilihatnya. Buku puisi ini masuk 10 besar "Hari Puisi Indonesia 2014"
  • ELLIA par jelesr
    jelesr
    • WpView
      LECTURES 74
    • WpPart
      Chapitres 1
    Cinta itu selalu tulus jika tidak maka itu bukan cinta....
  • Busana Bernama Bahasa (CERPEN) par sophia_sunrest
    sophia_sunrest
    • WpView
      LECTURES 11
    • WpPart
      Chapitres 1
    "Ojo lali boso lo, Nduk." Kalimat itu selalu diucapkan nenek setiap kali Arum hendak pergi. Namun, sebagai mahasiswi yang tumbuh di tengah arus modernisasi, ia menganggap bahasa Jawa-terutama krama-tak lebih dari pelajaran sekolah yang lambat laun akan terlupakan. Hingga sebuah tugas kuliah membawanya bertemu seorang tetua desa. Di hadapan bahasa yang tak lagi fasih ia ucapkan dan aksara yang tak mampu ia baca, Arum menyadari bahwa yang perlahan hilang bukan sekadar kata-kata, melainkan adab, penghormatan, dan akar yang selama ini membentuk jati dirinya. Sebab, bahasa bukan hanya alat untuk berbicara. Ia adalah busana yang dikenakan manusia untuk menghormati sesamanya. *** Cerpen ini lahir dari keresahan sederhana: semakin banyak anak muda yang fasih menggunakan bahasa asing, tetapi mulai canggung menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Padahal, di balik setiap tutur kata tersimpan nilai, unggah-ungguh, dan cara menghormati yang diwariskan dari generasi ke generasi. Semoga kisah Arum dapat menjadi pengingat bahwa menjaga bahasa bukan berarti menolak perubahan, melainkan merawat salah satu akar yang membentuk jati diri kita. "Basa iku busanane bebrayan." (Bahasa adalah busana dalam pergaulan manusia.) #UNTUK DIBACA BUKAN DICOPY PASTE
  • The Endless Of Love par triutamiyulia
    triutamiyulia
    • WpView
      LECTURES 434
    • WpPart
      Chapitres 12
    Pencarian cinta sejati yang tak pernah ada ujungnya. Haruskah semua berakhir di biara atau kah akan bersanding selamanya dengan pangeran impian???
  • Kumpulan Sendu par pemercikkata
    pemercikkata
    • WpView
      LECTURES 9
    • WpPart
      Chapitres 2
    Sepi tengah menyerang jiwa Kehidupan jadi kurang berwarna Sepi menyekik hal bahagia Malam gelap menambah sepi terasa Oh Tuhan, berikan landasan untuk hati ini agar menghancurkan rasa sepi
  • RODE ROOS par Yoandasuastanti
    Yoandasuastanti
    • WpView
      LECTURES 73
    • WpPart
      Chapitres 1
    bercerita tentang kehidupan manusia yang sebenarnya ada di tengah-tengah kita, sisi gelap ego manusia yang membawa penyesalan. tentang kebutuhan yang tidak masuk akal. baca lah, selamilah dan nikmatilah.
  • Quotes par Milamesia
    Milamesia
    • WpView
      LECTURES 9,526
    • WpPart
      Chapitres 113
    Kumpulan puisi, sajak, dan quotes dari berbagai sumber saya sajikan disini.
  • Perempuan Yang Ingin Menikah Dengan Seekor Keledai par cheprakoso
    cheprakoso
    • WpView
      LECTURES 55
    • WpPart
      Chapitres 1
    "KINAN, KAMU TAHU, dipaksa menikah dengan seseorang yang tidak kita cintai adalah seburuk-buruknya takdir-dan takdir urusan Tuhan, memang. Tapi mencintai dan membenci itu sepenuhnya urusan manusia." Seorang perempuan lajang yang sudah berusia tigapuluhan dan kegundahan orang tua atas desakan dan pertanyaan sejumlah sanak keluarga mengenai anak gadis semata wayangnya, "Kapan memiliki menantu dan cucu?".