Sastraindonesia Stories

Refine by tag:
sastraindonesia
WpAddpuisi
WpAddsastra
WpAddkumpulanpuisi
WpAddpoetry
sastraindonesia
WpAddpuisi
WpAddsastra
WpAddkumpulanpuisi
WpAddpoetry

43 Stories

  • Gerimis: Sebuah Kumpulan Cerita Pendek by SyamsulKurniawan_83
    SyamsulKurniawan_83
    • WpView
      Reads 122
    • WpPart
      Parts 20
    Ada ruang-ruang yang terlihat oleh mata. Ada pula ruang-ruang yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Buku ini menghimpun cerita-cerita pendek pilihan karya Syamsul Kurniawan, yang lahir dari perjumpaannya dengan berbagai ruang kehidupan. Ruang yang dimaksud bukan hanya bangunan, jalan, rumah, sekolah, atau kota, tetapi juga ruang kenangan, ruang kehilangan, ruang harapan, ruang perjumpaan, ruang kesepian, bahkan ruang yang diam-diam tumbuh di dalam diri manusia. Melalui kisah-kisah sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Syamsul Kurniawan mengajak pembaca melihat kembali hal-hal yang sering luput diperhatikan. Sebuah halte tua, gerimis yang turun pelan, bangku kosong di sudut taman, rumah masa kecil yang terlupakan, percakapan yang tak pernah selesai, hingga perasaan-perasaan yang selama ini terkubur di sudut hati. Dengan bahasa yang komunikatif, puitis, dan mudah dipahami, setiap cerita mengalir seperti percakapan akrab yang hangat. Metafora-metafora sederhana dari kehidupan sehari-hari dihadirkan bukan sekadar sebagai hiasan, melainkan sebagai jembatan untuk memahami emosi, kehilangan, kerinduan, persahabatan, keluarga dan berbagai pertanyaan yang kerap menyertai perjalanan manusia. Di dalam kumpulan cerita ini, ruang bukan hanya latar tempat berlangsungnya peristiwa. Ruang adalah tokoh yang hidup. Ia menyimpan jejak, membentuk ingatan, memelihara harapan, dan kadang-kadang menjadi saksi paling setia atas hal-hal yang tidak pernah berhasil diucapkan manusia. Setiap cerita adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, menatap lebih dalam kehidupan yang sedang dijalani, dan menemukan kembali makna pada hal-hal yang tampak biasa. Karena sering kali, yang paling mengubah hidup bukanlah peristiwa-peristiwa besar. Melainkan ruang-ruang kecil yang diam-diam membentuk siapa diri kita. Selamat membaca.
  • SEBAIT CINTA DAN HARAPAN by ikhsanabbas_
    ikhsanabbas_
    • WpView
      Reads 31
    • WpPart
      Parts 50
    Ada Cinta yang tak Pandai diucapkan, tetapi mampu hidup dalam Bait-bait Puisi. Sebait Cinta dan Harapan adalah Kumpulan 50 Puisi yang Lahir dari Perjalanan Hidup Seorang Manusia Biasa, Seorang Suami yang Mencintai Istrinya, Seorang Abah yang Menyimpan Harapan untuk Putranya, Seorang Anak yang Diam-diam Sangat Menyayangi Emaknya, serta Seorang Rakyat yang Merindukan Negeri yang Lebih Adil. Setiap Puisi ditulis dengan Kejujuran, Doa, Kegelisahan, dan Rasa Syukur. Tentang Keluarga yang menjadi Rumah, tentang Perjuangan mencari nafkah, tentang harapan kepada Allah, dan tentang Keyakinan bahwa Cinta selalu menemukan jalannya. Semoga Setiap Bait dalam buku ini dapat menjadi teman bagi siapa pun yang pernah Mencintai, Kehilangan, Berharap, dan Berdoa. "Karena tidak semua perasaan harus diteriakkan. Sebagiannya cukup diabadikan menjadi Puisi." Ditulis oleh Ikhsan Abbas
  • Kumpulan Sendu by pemercikkata
    pemercikkata
    • WpView
      Reads 9
    • WpPart
      Parts 2
    Sepi tengah menyerang jiwa Kehidupan jadi kurang berwarna Sepi menyekik hal bahagia Malam gelap menambah sepi terasa Oh Tuhan, berikan landasan untuk hati ini agar menghancurkan rasa sepi
  • Partikel Rindu (Antologi Puisi) by rdony14
    rdony14
    • WpView
      Reads 8
    • WpPart
      Parts 1
    Menulislah Agar Mati Tak tinggal Nama.
  • " Marriage Agreement " by KrismonAndikaPutra
    KrismonAndikaPutra
    • WpView
      Reads 40
    • WpPart
      Parts 9
    a story about human where they have to choose based on their own decision or parents decision but actually its for all better life as a best gift which given by their parents šŸ "Let your heart decide and the world will show you the way" a story that tells about Complicated love of 3 people : Michelle, Steve and Jordan . They same like other stories which for the first time begin with full of love and then finally who knows that all gone like Dark with thunder leaving the bright, Leaves which have falling to the ground from roots and Birds which are voiceless no sign šŸ it's being human~ all feels are surrounding us . . let's Reading the Story ā¤ļø
  • Aku by tempatrebahmu
    tempatrebahmu
    • WpView
      Reads 162
    • WpPart
      Parts 1
    Selamat datang dalam peluk tubuh yang penuh luka. Hari ini kau mengenalku, ada banyak cerita yang terbagi juga beberapa rindu beserta pilu yang sama-sama kita resapi. Pahamilah dalam setiap sedihmu, untuk setiap sakit yang turut mengganggu, hari ini kau tidak sendiri; baca tulisanku dan akan kau temukan nasib yang sama selain dirimu. Salam, hangat. -tempatrebahmu 16/01/2020
  • Puisi by abayuajidin
    abayuajidin
    • WpView
      Reads 41
    • WpPart
      Parts 1
    Puisi karangan saya sendiri. Semoga suka ^_^
  • Seorang Perempuan Cengeng by Purnamasarisaragihh
    Purnamasarisaragihh
    • WpView
      Reads 23
    • WpPart
      Parts 2
    Tetapi begitulah hidup. Tak ada kepastian. Semua menakutkan. Bahkan untuk seorang perempuan. Beberapa mungkin cukup beruntung untuk selalu bahagia, tetapi kurasa tak ada yang demikian. Lalu ketika saat dimana hanya dia sendiri dengan keadaan dihadapkan , hal hal berkecamuk berputar dalam kepala. Tiada yang mengundang, tetapi kedatangannya selalu menakutkan. Saat saat seperti itu, sang Perempuan akan menangis.
  • ELLIA by jelesr
    jelesr
    • WpView
      Reads 74
    • WpPart
      Parts 1
    Cinta itu selalu tulus jika tidak maka itu bukan cinta....
  • KAMI MASIH WARAS by RIBKANAPITUPULU
    RIBKANAPITUPULU
    • WpView
      Reads 200
    • WpPart
      Parts 1
    This is story telling about my friend and my family. I do love them. they are my everything
  • Bayangan di Balik Kabut Andi by Raidan012
    Raidan012
    • WpView
      Reads 77
    • WpPart
      Parts 10
    Bayangan di Balik Kabut adalah novel horor supranatural Indonesia yang memikat, mengisahkan Andi, seorang pemuda yang kembali ke desa terpencil di Riau setelah menerima surat misterius tanpa pengirim. Di rumah tua keluarganya yang dikelilingi kabut abadi, ia mengungkap rahasia kelam: hilangnya ibunya, ritual leluhur yang haus tumbal kembar, dan saudara kembarnya, Adi, yang jiwanya terperangkap dalam bayangan gaib. Andi terjebak dalam lingkaran supranatural mengerikan-bayangan berbisik, lemari hidup, foto bergerak, dan pertemuan malam dengan "ibu palsu" yang haus jiwa. Setiap bab membawa petunjuk baru: dari surat rahasia hingga rekaman kaset kakek yang mengungkap pengorbanan 1995, membangun ketegangan hingga klimaks di bawah hujan deras. Novel ini mengeksplorasi tema identitas ganda, kutukan keluarga, dan kabut sebagai entitas predator yang memanipulasi desa.
  • Tukang Ojek dan Kabinetnya by suarkawa
    suarkawa
    • WpView
      Reads 184
    • WpPart
      Parts 9
    Ini merupakan kumpulan cerita-cerita pendek yang dimuat penulis pada tahun 2017 sampai 2019, ada 16 cerita yang dimuat di sini dan sebagai cerita pembuka, disambut dengan cerita Tukang Ojek dan Kabinetnya; di dalamnya bercerita tentang bagaimana seorang Tukang Ojek yang tiba-tiba mengatur sebuah pemerintahan. Daftar Cerita: 1. Tukang Ojek dan Kabinetnya 2. Sapu Tangan Biru Seorang Filsuf 3. Di Antara Undangan Pernikahan dan Pemakaman 4. Cakar 1: Sejarah Kecil 5. Cakar 2: Embun di Taman 6. Aku & Tubuh 7. Tarian Sembilan Bulan 8. Aku Siap, Aku Sial, Aku Siap 9. GILA 10. Maya 11. Bagaimana di sana ya? 12. Pak Kariman di Lantai 12 13. Ensiklopedia 14. Bahagia(?) 15. Hanya Ludah 16. Laila di Mata Surya
  • Pertemuan Dalam Senja by Sstphnii_
    Sstphnii_
    • WpView
      Reads 141
    • WpPart
      Parts 2
    Apakah kita sedang menunda sebuah perpisahan? . . . . . Based on true story
  • AIR MATA KOPI by GoLAGong
    GoLAGong
    • WpView
      Reads 217
    • WpPart
      Parts 4
    Kumpulan puisi "Air Mata Kopi" (Gramedia, 2014) yang mendokumentasikan politik ekonomi di Indonesia. Melalui nasib petani kopi, Gol A Gong menuliskan kegelisahannya. Selama 50 hari, mulai dari Sabang hingga Lampung, April - Juni 2013, Gol A Gong masuk ke gudang kopi, begadang di kedai-kedai kopi, mencatat semua yang dirasakan dan dilihatnya. Buku puisi ini masuk 10 besar "Hari Puisi Indonesia 2014"
  • GEMURUH SEPI by GemuruhSepi
    GemuruhSepi
    • WpView
      Reads 305
    • WpPart
      Parts 11
    Altar untuk peristirahatan semua rasaku, memejamkan mata di atas cawan khusus sisa makna. Ketika semua hilang dan pergi, entah untuk merawat pahala atau berlindung dari dosa (semoga saja Tuhan tidak dikalahkan pamorNya oleh keduanya), kalimat-kalimat kutata hanya kepadaMu, semua hidup dan matiku. Tidak ada yang lebih tinggi dan akbar di altar ini selain diriMu. Tidak cinta, tidak agama , tidak neraka ataupun surga sekalipun. Tidak ada yang bisa ada tanpa ijinMu
  • Luka Aksara by Penatikholic
    Penatikholic
    • WpView
      Reads 1,280
    • WpPart
      Parts 30
    Setiap sunyi membutuhkan luka yang teramat gaduh, dalam benak yang tak dapat di sentuh, selalu riuh bergemuruh, merasa acuh sama kenyataan yang tak rela untuk di tinggalkan, Setiap luka menghasilkan keindahan ketika dekat dan bersahabat dengan sunyi. Di dalam cerita ini anda akan merasakan dimensi aksara yang tak tertembus oleh mata, ketika alam meberikan selembaran kertas yang bertuliskan kata - kata di dalam hati dan jiwa, Puisi ini akan mendekatkan anda pada alam dan sang pencipta.
  • ''setahun tanpa ayah'' by hidayatwetep
    hidayatwetep
    • WpView
      Reads 37
    • WpPart
      Parts 6
    "Ayah pergi di hari yang paling ia cintai. Jumat." Sejak ayah meninggal karena serangan jantung saat sujud di masjid, setiap hari Jumat menjadi mimpi buruk bagi sang anak. Rasa sesak, rindu, dan kehilangan menyelimuti hidupnya selama setahun penuh. Ia harus belajar hal-hal sederhana yang dulu selalu dilakukan ayah: menanak nasi, mengganti token listrik, hingga memperbaiki keran bocor. Tapi di hari tepat satu tahun kepergian ayah, ia menemukan sepucuk surat kecil di saku kemeja putih favorit ayah. Sebuah pesan yang ditulis di waktu mustajab hari Jumat, yang mengubah seluruh kesedihannya menjadi cahaya. "Jangan sedih terus. Ayah pergi di hari terbaik, di tempat terbaik. Itu lebih dari cukup." Sebuah cerpen mengharukan tentang kehilangan, doa yang tak pernah putus, dan belajar mencintai kembali hari yang paling menyakitkan.