1993girls
Mereka menyebutnya bunga bangsawan,
namun ia lebih suka menjadi duri.
Mawar hanya dikenang dalam puisi,
sedang duri-ia menggores sejarah dengan luka.
Ia lahir dalam sutra,
dibesarkan dalam aturan emas,
tetapi sejak kecil ia tahu,
keadilan tak pernah duduk di singgasana.
Tangan yang menyembuhkan,
adalah tangan yang juga mampu mencabut nyawa.
Bukan karena kejam,
melainkan karena dunia tak bisa berubah hanya dengan doa.
Sebastian menyebutnya racun,
penuh intrik, tajam dalam setiap kata.
Namun bukankah dalam peperangan ini,
kadang racun lebih menyelamatkan daripada obat?
Jika langit harus terbakar agar kebohongan sirna,
maka biarkan ia menjadi percik api pertama.
Sejarah hanya mengingat pemenang,
dan ia,
akan memastikan namanya terukir di antara mereka.