amarmaruf96
Ziviliana, seorang anak sekolah dasar dengan pikiran yang jauh melampaui usianya, selalu memiliki pertanyaan besar tentang kehidupan, moralitas, dan keberadaan. Terinspirasi oleh buku-buku tua yang ditemukan di perpustakaan kecil di rumahnya, ia menemukan dunia filsafat yang memukau. Namun, di tengah kesehariannya sebagai anak kecil yang ceria, ia berjuang menjembatani keinginannya untuk memahami konsep-konsep besar dengan dunianya yang sederhana.
Di kelas, Ziviliana memiliki teman sebangku bernama Sasha, seorang anak yang pada awalnya skeptis terhadap segala "omong kosong filsafat" yang sering dibahas oleh Ziviliana. Namun, rasa penasaran Sasha perlahan tumbuh saat ia mendengar cara Ziviliana menjelaskan dunia melalui pandangan Immanuel Kant yang penuh makna. Keduanya terlibat dalam percakapan seru, dari diskusi tentang kebaikan dan kebebasan hingga keberadaan dunia ini-semuanya dalam perspektif anak-anak.
Petualangan mereka tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga membawa mereka ke eksplorasi kehidupan nyata: bagaimana membantu teman yang membutuhkan, memaknai konflik di taman bermain, hingga menghadapi rasa kehilangan. Dengan berpijak pada ide-ide filsafat Kant, Ziviliana dan Sasha belajar untuk memahami bahwa meskipun mereka masih kecil, dunia pemikiran mereka tidak memiliki batas.